Mojokerto (beritajatim.com) – Air banjir menerjang halaman rumah, jalan hingga persawahan milik warga yang ada di tiga desa di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Minggu (9/1/2022). Banyaknya material sampah yang terseret arus sehingga menutupi pintu air yang ada di Desa Ngarjo menjadi penyebab banjir.

Debit air sungai Ngarjo mengalami kenaikan dan meluap dan menggenangi beberapa wilayah. Ada tiga desa dengan lima dusun yang diterjang banjir yakni Desa Ngarjo di Dusun Ngengor, Dusun Tlasih dan Dusun Babatan. Desa Sadar Tengah di Dusun Mojogeneng dan Dusun Sadar serta Desa Wunut.

Kapolsek Mojoanyar, AKP Anwar Iskandar mengatakan, luapan air sungai terjadi sekira pukul 17.30 WIB. “Air meluber ke jalan kampung, halaman rumah warga, pekarangan dan persawahan milik warga. Sekira pukul 19.00 WIB, air sudah berangsur-angsur surut,” ungkapnya, Senin (10/1/2022).

Di sekitar lokasi banjir, masih kata Kapolsek, ada di lokasi pintu air atau DAM. Yakin pintu air sungai di Dusun Ngengor, Desa Ngarjo dan pintu air sungai di Dusun Mojogeneng, Desa Sadar Tengah. Dari dua pintu air tersebut, pintu air di Desa Ngarjo terdapat banyak material sampah seperti bambu, kayu dan lainnya.

“Banyaknya material sampah seperti bambu, kayu dan lainnya terseret arus sehingga menutupi pintu air Desa Ngarjo. Selain itu, kontruksi bangunan pintu air Ngarjo tidak bisa membuka maksimal sehingga arus air kurang lancar atau terhambat saat volume air sungai naik karena tingginya debit air akibat hujan di wilayah Pacet,” katanya.

Banjir Mojokerto

Kapolsek menjelaskan, saat air sungai meluber langsung dilakukan pemantauan bersama instansi terkait di beberapa lokasi terdampak. Pihaknya juga berkoordinasi dengan muspika, perangkat desa dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto untuk mendatangkan alat berat.

“Kita langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendatangkan bego guna mengangkat material yang menumpuk di pintu air sungai. Sekira pukul 21.50 WIB, bego telah datang di lokasi pintu air Ngarjo dan langsung melakukan pembersihan dari tumpukan material yang berada di pintu air sungai Ngarjo,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, rencananya tindak lanjut meminta Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto agar meninjau ulang kontruksi bangunan pintu air Ngarjo. Pihaknya berharap agar pintu air bisa di buka secara maksimal sehingga air bisa mengalir lancar dan pihaknya juga menghimbau warga untuk menjauhi sepanjang bantaran sungai. [tin/ted]