Lamongan (beritajatim.com) – Banjir yang menerjang SMPN 2 Pucuk dan kawasan Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan kini telah surut. Sehingga pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah setempat pun kini kembali normal.

Sebelumnya, para siswa di SMPN 2 Pucuk tersebut harus rela melakukan pembelajaran secara daring atau online, lantaran banjir setinggi lutut orang dewasa telah merenggut gedung sekolah tempat mereka belajar.

Kabag Prokopim Lamongan, Arif Bachtiar membenarkan, jika banjir akibat tingginya curah hujan yang mengguyur Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk hingga sempat merendam gedung SMPN 2 Pucuk kini telah berangsur surut.

“Alhamdulillah, kondisi air saat ini sudah surut. Genangan air di SMPN 2 Pucuk saat ini juga sudah surut,” ujar Arif Bachtiar saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (22/1/2022) pagi.

Dengan surutnya genangan air yang merendam SMPN 2 Pucuk ini, Arif menyampaikan, bahwa aktifitas belajar mengajar di SMPN tersebut telah kembali normal dan kini sudah digelar pembelajaran tatap muka seperti biasanya.

“Aktifitas belajar mengajar sudah normal kembali,” tandasnya.

Meski begitu, lain halnya dengan kondisi yang harus dialami oleh warga di Kawasan Babat. Menurut data yang diserap dari BPBD Lamongan, bahwa ketinggian air banjir di Kecamatan Babat cukup bervariasi, yakni antara 5 cm hingga 30 cm.

Tak hanya merendam permukiman warga, banjir langganan yang melanda kawasan Babat kala musim hujan ini juga sempat menggenangi sejumlah fasilitas umum dan ruas jalan setempat.

Beberapa ruas jalan yang kerap terendam banjir ini meliputi Jalan Sumiwiharjo, Jalan Sawonggaling, Jalan langgar waqaf, Jalan Gotong Royong, Jalan Perintis, Jalan Pramuka, Jalan Pemuda, dan Jalan Cokroaminoto.

“Beberapa ruas jalan lain yang ada di Babat terpantau sudah surut,” kata Arif.

Menurut Arif, BPBD Lamongan bersama Muspika Babat terus memonitor perkembangan debit air banjir yang terjadi di Babat. Sejumlah upaya seperti pengerahan pompa juga terus dilakukan guna mempercepat surutnya banjir.

“Tiga pompa ukuran 1000 dan 1 pompa portable ukuran 500 sudah dinyalakan,” bebernya. (ted)