Mojokerto (beritajatim.com) – Polresta Mojokerto bersama Kodim 0815 Mojokerto menggelar Apel Sinergitas TNI-Polri bersama para pendekar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Apel latihan bersama yang digelar di Lapangan Desa Jatirowo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ini sekaligus deklarasi dan penandatanganan IPSI Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan tersebut digelar kali kedua. Sebelumnya, tanggal 31 Maret 2021 digelar latihan bersama 120 Pendekar IPSI Mojokerto dari sembila perguruan pencak silat yang ada di Mojokerto di Gelora A Yani Kota Mojokerto. Diantaranya, PSHW, PSHT, Dali Kumbang, Nur Harias, Persinas Asad, Pagar Nusa, IKS, Tapak Suci, Perisai Diri.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperkuat dengan pembinaan Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) yang diinisiasi Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi. Kegiatan ini sekaligus menginisiasi Program Prioritas Kapolri menuju Polri Presisi dalam pemantapan kinerja Pemeliharaan Kamtibmas.

“Yakni dengan meningkatkan silaturahmi antar perguruan pencak silat di Mojokerto dengan mengagendakan latihan bersama pencak silat yang diawali dengan apel sinergitas. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk memupuk wawasan kebangsaan dengan memakai simbol ikat kepala serta menjalin silahturahmi kemajemukan,” ungkapnya.

Pasalnya, lanjut Kapolres Sumenep ini, karena pencak silat merupakan warisan kebudayaan bangsa dan merupakan komponen kekuatan pengamanan yang harus selalu dijaga dan dipupuk untuk keutuhan NKRI. Sehingga dibutuhkan sinergitas dan bersama-sama menjaga kerukunan dan silaturahmi antar perguruan pencak silat.

“Dalam menjaga kamtibmas di wilayah hukum Polresta Mojokerto dibutuhkan tanggungjawab bersama semua. Perguruan pencak silat dapat menampilkan ketrampilan dan diharapkan muncul bibit atau calon atlet yang mampu berkiprah baik di tingkat propinsi ataupun tingkat nasional bahkan kancah internasional,” harapnya.

Kapolresta meminta agar aja g Asean Games sebagai motivasi dan inspirasi untuk selalu giat berlatih guna mencapai prestasi yang lebih tinggi sehingga mampu mengharumkan nama bangsa indonesia di dunia internasional. Dengan kegiatan tersebut diharapkan menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan turut serta menciptakan pemeliharaan keamanan.

Sementara itu, Ketua IPSI Kabupaten Mojokerto, Samsul Muarifin mengatakan, guyub rukun sebagai wujud kerukunan akan mencapai sebuah prestasi yang dibanggakan tapi jika tidak ada kerukunan selalu cek-cok maka prestasi juga akan tidak ada. “Luar biasa adanya acara seperti ini, saya sangat mendukung sekali sebagai Ketua IPSI Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai komunikasi untuk mencapai suatu tujuan kerukunan yang ada di Mojokerto. Dengan sering pertemuan dan silaturahmi antar perguruan silat, menurutnya akan mengurangi gesekan-gesekan yang ada di luar. [tin/kun]