Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri terus mengupayakan penyelesaian masalah genangan sebagai langkah antisipasi bencana hidrometerologi yang mengancam Kota Kediri dan daerah lainnya. Salah satunya dengan normalisasi inlet, pengedukan dan pembersihan sungai yang tetap rutin dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri. Alhasil, kini interval waktu surut genangan di Kota Kediri lebih cepat daripada saat musim penghujan sebelumnya.

“Genangan masih tetap ada, namun kini 10-15 menit genangan sudah surut. Dibanding sebelumnya mencapai 20 menit untuk sampai surut. Tentunya dengan persiapan hasilnya akan lebih baik.,” ujar Kepala Dinas PUPR Endang Kartika.

Sejauh ini, ada 4 sungai yang telah dilakukan pengedukan dan pembersihan sedimen dengan kondisi lebar sungai menyempit. Sungai-sungai tersebut yang nantinya mengalirkan air menuju Sungai Brantas.

“Sejak bulan lalu kami telah melakukan pengerukan untuk menormalkan kembali lebar sungai. Seperti Sungai Kresek dan Kalitawang Kaliombo,” tambah Endang.

Selain aliran sungai yang dinormalisasi, saluran inlet yang ada di Kota Kediri juga dibersihkan secara rutin. Karena saluran inlet yang tersumbat akar dan batang pohon penghijauan juga menjadi salah satu faktor penyebab adanya “antrean” debit air di permukaan jalan.

Mengenai hal tersebut, Dinas PUPR bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri untuk penanganan akar dan batang pohon tersebut.

“Kami akan cek terlebih dahulu untuk kondisi pohonnya apakah masih bisa dipertahankan sekaligus melihat keberadaan pohon yang ada di sekitar lokasi. Jangan sampai ketika kita potong pohon yang menyumbat ini, menjadikan sekitar lokasi gersang,” ujar Kepala DLHKP Anang Kurniawan.

Bahkan, jika masih memungkinkan, DLHKP akan menaman pohon muda terlebih dahulu sebagai pengganti pohon yang akan dipotong bawah.

Sementara itu, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menuturkan bahwa saat ini berbagai upaya dilakukan agar kondisi Kota Kediri lebih siap menghadapi puncak rentetan bencana hidrometeorologi.

“Mengambil pelajaran dari musim penghujan sebelumnya, Pemkot Kediri melakukan berbagai langkah antisipasi dan persiapan mitigasi bencana. Seperti halnya genangan yang ada di beberapa titik di Kota Kediri. Selain itu, saya juga berharap masyarakat Kota Kediri turut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Mas Abu. [nm/but]