Surabaya (beritajatim.com) – Kabar duka datang dari keluarga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, ayah mertuanya, Dadang DJumena meninggal dunia di usia 77, pada Senin (14/3/2022) pagi. Kabar duka itu disampaikan Eri Cahyadi melalui akun Instagram pribadinya.

“Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Tunai sudah tugas panjenengan bapak membimbing saya dan @rini_ericahyadi. Nasihat-nasihat panjenengan tak akan lekang dimakan zaman. Tidak bisa saya membalas kebaikan panjenengan,” tulis Eri.

Eri menyampaikan kabar duka tersebut disertai foto sungkem dengan ayah mertuanya semasa dirinya dilantik Wali Kota Surabaya. Eri juga meminta doa untuk ayah mertuanya.

“Mohon keikhlasannya doa untuk Bapak Dadang Djumena, ayahanda istri saya @rini_ericahyadi, ayah mertua saya. Ya allah, ampunilah beliau, berikan tempat terbaik disisi-Mu, dan berkahilah kami semua yang ditinggalkan agar bisa mengikuti jejak kearifan serta kebaikan beliau semasa hidup,” tulisnya.

Mendengar kabar duka itu, tampak pimpinan dewan di antaranya Adi Sutarwijono, Laila Mufidah, Reni Astuti dan beberapa Anggota DPRD Surabaya lainnya pun melayat ke lokasi rumah duka.

“Kami dari DPRD Surabaya menyampaikan duka mendalam dan turut berduka cita atas wafatnya Ir. H. Dadang Djumena, ayahanda bu Rini Indriyani sekaligus mertua dari pak Eri Cahyadi,” lirih Reni pimpinan DPRD dari fraksi PKS.

Ucapan duka cita pun terus mengalir dari berbagai pihak, terlihat deretan karangan bunga terpampang di halaman rumah duka. Begitu pula dari kalangan Pimpinan dan Anggota DPRD Surabaya.

“Semoga almarhum husnul khatimah, diberikan tempat yang terbaik disisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” tambah Reni seraya mendoakan.

Mulai dari publik figur, akun dinas pemkot, hingga netizen lainnya pun membanjiri ucapan belasungkawa di kolom komentar Instagram. Di akhir caption, Eri juga meminta doa untuk ayah mertuanya.[asg/kun]