Surabaya (beritajatim. com) – Presiden Joko Widodo resmi melantik Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia, Rabu (23/12/2020). Sejak kemarin, para-para netizen seakan merayakan penunjukan Bu Risma sebagai Mensos, hingga alhasil trending di Twitter.

Berbagai ucapan selamat atas jujur baru Risma juga datang daripada berbagai kalangan. Bahkan, mulai cepat hingga sore ini, karangan kembang itu terus berdatangan dan menenggelamkan Balai Kota Surabaya. Deretan rencana bunga itu ditata rapi berangkat dari sisi timur atau sejak depan kediaman Wali Kota Surabaya hingga berderet ke barat ke depan Balai Kota Surabaya.

Berdasarkan keterangan dari BPB Linmas yang mengatur karangan bunga itu, tercatat sudah ada lebih dari 113 karangan bunga yang dikirim oleh bervariasi pihak, mulai dari Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono dan para-para anggota dewan, dari DPC PDIP Surabaya, berbagai instansi, perusahaan, masyarakat, tokoh masyarakat, dan atas nama warga Kota Surabaya.

Rata-rata karangan bunga itu menyampaikan selamat dan sukses atas dilantiknya Risma sebagai Mensos RI. Jalur karangan bunga itu juga tahu menyita perhatian para pengendara roda dua, beberapa diantara mereka juga sempat mengabadikan deretan karangan bunga tersebut.

“Saya awak Surabaya, turut bangga Bu Risma diangkat jadi Mensos. Beliau sungguh pantas di Mensos. Apa yang sudah dilakukannya di Surabaya merupakan bukti nyata keberhasilan dan kepeduliannya dalam bidang sosial, ” sekapur Hendry saat mengabadikan karangan bunga itu.

Bagus, salah seorang sopir pra karangan bunga mengatakan banyak institusi, tokoh, komunitas dan atas tanda warga yang memesan karangan kembang ke tempatnya. Salah satunya yang diantar saat itu adalah sebab Keluarga Besar Satgas Dinas Membangun Karya. “Karangan bunga itu ada yang dikirim ke Balai Tanah air dan ada pula yang diminta kirim ke kediaman Bu Risma di Wiyung, saya habis ini mau nganter ke Wiyung, ” kata dia.

Tengah itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono juga menyampaikan terjamin kepada Bu Risma atas suruhan baru dari Presiden Jokowi jadi Menteri Sosial, dan tugas dengan diamanatkan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri. “Tentu tersebut menjadi kebanggaan bagi warga Surabaya, karena Bu Risma telah dianggap Ibu atau emak bagi arek-arek Suroboyo, ” kata Awi-sapaan Besar Sutarwijono.

Presiden Joko Widodo melantik Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial

Menurutnya, selama 10 tahun menjadi Wali Kota Surabaya, Risma tercatat kaya akan mengekalkan jejak dengan berbagai inovasi kebijaksanaan yang dinikmati warga Surabaya. Ia mencontohkan program pemberian paket sasaran setiap hari bagi warga leler lanjut, warga disabilitas dan anak-anak yatim piatu.

“Ibu Risma juga berhasil melakukan pendataan warga kurang mampu melalui asas data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dengan basis data itu, warga dapat menikmati berbagai intervensi kecendekiaan di bidang kesehatan, pendidikan, & program sosial lainnya, ” tegasnya.

Bekas wartawan ini juga memastikan bahwa Risma itu punya rekam alur yang panjang dalam membawa tanda Surabaya harum di berbagai perhimpunan nasional dan di tingkat negeri. Keberhasilan memperkuat pembangunan Surabaya, dengan maju dan humanis, telah kerap diprensentasikan Bu Risma di forum-forum internasional dan di hadapan atasan dunia. “Ibu Risma terbukti melalaikan memimpin Surabaya menghadapi pandemi Covid-19, sehingga situasi Surabaya semakin membaik, ” katanya.

Selain itu, ia menilai Risma tersebut merupakan tipe pemimpin yang kerap blusukan, ketemu langsung dengan masyarakat, dan melihat situasi di masyarakat dari fakta-fakta yang ditemui dalam lapangan. Perjumpaan ini yang sering melahirkan kebijakan yang berempati kepada persoalan rakyat.

Dia juga yakin dan percaya kalau penugasan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada Ibu Risma sebagai kader partai, diantaranya didasari berbagai rekam jejak yang berpengaruh disertai inovasi selama memimpin Surabaya. “Sekali lagi, saya sampaikan, aman bertugas Ibu Risma di wadah pengabdian baru untuk masyarakat serta negara Indonesia, ” pungkasnya. (ifw/ted)