Pamekasan (beritajatim.com) – Luapan air sungai di sepanjang aliran Dam Samiran dan Kali Semajid, diprediksi bakal meluap dan mengakibatkan banjir di sepanjang aliran sungai khususnya di wilayah perkotaan, Selasa (1/3/2022).

Hal tersebut tidak lepas dari tingginya debit air di Dam Samiran yang mencapai ketinggian 200 centimeter (cm), sekalipun status Dam lainnya mengalami penurunan debit air dalam rentang waktu sekitar satu jam terakhir.

“Update tinggi muka air per pukul 9:45 WIB, Dam Bulay setinggi 70 centimeter (cm), Dam Blumbungan setinggi 80 cm, Dam Klampar setinggi 80 cm dan Dam Samiran setinggi 200 cm dengan status pasang air laut di Desa Majungan surut,” tulis rilis BPBD Pamekasan.

Tingginya status Dam Samiran, mengakibatkan sejumlah titik di wilayah perkotaan sudah mulai terendam bajiir. Bahkan juga mengakibatkan luapan air sungai di sejumlah kali di titik aliran. Seperti di aliran sungai di Kelurahan Jungcancang, hingga Kelurahan Patemon, Pamekasan.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah personil dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan, TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan bersama para Korp Sukarelawan (KSR) hingga para relawan lainnya, mulai siaga dan melakukan evakuasi bagi warga terdampak. [pin/but]