Surabaya (beritajatim. com) – Kerjasama dan gotong royong awak Surabaya dalam memutus penyebaran Covid-19 semakin menguat. Setiap hari, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya selalu menyambut bantuan dari berbagai pihak. Makin, hari ini pemkot menerima sandaran 16 ribu baju hazmat serta 16 ribu masker N95 untuk dibagikan ke rumah sakit dengan ada di Kota Pahlawan.

Bantuan tersebut merupakan kerjasama dari PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), Yayasan Pelangi Hidup Beriringan (YPHB), Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Petra, dan Universitas Kristen (UK) Petra, serta pembaca setia Jawa Pos. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Risma menyampaikan dapat kasih yang terdalam atas kepedulian dan perhatiannya karena telah menganjurkan bantuan ini. Nantinya bantuan itu diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes) dan satuan petugas (satgas) dengan berperan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

”Sekali teristimewa terima kasih sudah dibantu. Semoga Tuhan yang membalas semua kebaikannya ini, ” kata Wali Praja Risma di sela-sela menerima bantuan itu.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga memastikan bahwa sandaran tersebut akan langsung dibagi-bagikan pada sejumlah rumah sakit rujukan & non rujukan yang tersebar dalam Kota Surabaya. Ia pun membentangkan masing-masing rumah sakit akan menerima 800 baju hazmat dan 800 masker N95. Seperti misalnya dalam RSUD dr Sowandhie, RS Bhakti Dharma Husada (BDH), dan Hotel Asrama Haji.

“RS William Booth, RS Gotong Royong, RS Adi Husada Kapasari, RS Bhayangkara Surabaya, RSAL Dr Ramelan, RS Bhakti Rahayu, RS Paru, RS Royal, RS Islam Jemursari juga sudah menerima, ” tinggi dia.

Sementara tersebut, Presiden Direktur PT UBS Eddy Susanto Yahya menyampaikan bahwa tumpuan ini adalah bentuk kepedulian & perhatiannya terhadap para tenaga medis. Bahkan, kesadaran itu diakuinya pasal ia kerap membaca berita terpaut bertambahnya tenanga medis yang berguguran dalam menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi hal itu, APD yang digunakan harus sebati standart dan kualitas yang mumpuni.

“Mereka pakai tersebut bisa dijamin 100 persen benar-benar aman karena ini grade dengan ICU baik baju hazmat & maskernya, ” kata Eddy Susanto Yahya seusia menyerahkan bantuan.

Di jalan yang sama, Anggota Dewan Pengelola YPHB Yasin Wijaya mengatakan bahwa bantuan ini bukanlah yang pertama kali diberikan kepada pemkot. Dia pun memastikan sudah empat kala memberikan bantuan kepada pemkot.

“Tahap pertama ada bantuan untuk 239 petugas yang mengurusi jenazah pasien Covid-19 yang diserahkan 21 April. Kemudian ada bantuan 20 ton beras pada 27 April. Selanjutnya, ada bantuan 1. 610 masker N95 dan 2. 400 rapid test yang bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah. Kemudian pada Mei lalu YPHB membantu 1. 200 unit rapid test ke Pemkot Surabaya, ” pungkasnya. [ifw/but]