Lamongan (beritajatim.com) – Saat ini, di Kabupaten Lamongan tinggal menyisakan 3 kecamatan dengan status zona merah penyebaran Covid-19. Hal tersebut tidak lepas dari upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dan masyarakat dalam disiplin menerapkan PPKM di Kabupaten Lamongan, sehingga status zona merah terus mengalami penurunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Lamongan, dari 27 kecamatan yang ada di Lamongan, terdapat 3 kecamatan dengan status zona merah, 11 kecamatan dengan status zona orange, dan 13 kecamatan lainnya berstatus zona kuning.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kabupaten Lamongan, Taufik Hidayat menyampaikan, bahwa tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di Lamongan juga semakin turun yaitu 36,2 persen dan tingkat kesembuhan di Lamongan juga terus mengalami kenaikan, yaitu 79,82 persen. “Data tersebut berdasarkan peta zonasi dalam beberapa hari terakhir ini, yakni yang update pada 3 Agustus 2021,” kata kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Diketahui, sesuai dengan keputusan dari pemerintah pusat, bahwa PPKM Level 4 telah diperpanjang hingga 9 Agustus mendatang, tak terkecuali untuk Kabupaten Lamongan. Oleh karena itu, Forkopimda Lamongan langsung bergerak cepat untuk kesekian kalinya mendistribusikan paket bantuan berupa Sembako.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES), Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, Kajari Agus Setiadi, dan Jajaran OPD Lamongan yang menyerahkan bantuan sembako tersebut kepada masyarakat terdampak PPKM, bertempat di Makodim 0812 Lamongan, pada Selasa (3/8/2021).

Adapun bantuan sembako yang disalurkan tersebut dengan total sebanyak 4.210 kilogram yang dibagikan untuk 842 warga terdampak dan diterimakan secara simbolis kepada para perwakilannya. Penerima paket bantuan itu masing-masing adalah paguyuban supir angkot sebanyak 332 paket, komunitas supir Elf 200 paket, PKL 50 paket, pemulung yang terpusat di tempat pembuangan sampah 50 paket, Warkop kecil 50 paket, petugas makam 60 paket, juru parkir 50 paket dan tukang ojek pangkalan 50 paket.

“Seperti yang kita ketahui, PPKM diperpanjang hingga 9 Agustus. Alhamdulillah di Lamongan Covid-19 sudah melandai, namun bukan berarti Covid sudah tidak ada. Semoga kita semua sehat dan seluruh warga Lamongan sehat serta Covid-19 segera hilang dari Lamongan,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam sambutannya saat menyerahkan bantuan di Makodim 0812 Lamongan, Selasa (3/8/2021).

Lebih lanjut, Bupati YES juga mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dan menaati aturan pemerintah selama diberlakukannya PPKM di Kabupaten Lamongan. “Selama masa PPKM, mari kita jaga dan sosialisasikan 5 M untuk keselamatan kita bersama. Semoga paket bantuan sembako ini bisa membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono, pihaknya mengajak semua pihak untuk menaati Prokes dengan harapan Lamongan bisa normal seperti biasa. Saat memasuki bulan Agustus ini, tambah Dandim, semuanya harus bersinergi dalam memerangi Covid-19, dan jika ada kendala atau kesulitan yang dialami masyarakat, maka Pemerintah senantiasa siap membantu, asalkan ada komunikasi.

“Pada bulan kemerdekaan ini, kita harus kuat dalam memerangi Covid-19. Perpanjangan PPKM ini bukan semata-mata untuk menyengsarakan kita, tapi untuk menyelamatkan kita dari Covid-19. Kabupaten Lamongan masih masuk level 4, mari kita senantiasa menerapkan prokes, Insya Allah masyarakat Lamongan kuat menghadapi cobaan ini,” terang Sidik Wiyono.

Sementara itu, seorang perwakilan penerima bantuan dari elemen tukang ojek, Achmad S mengaku bersyukur, bahwa langkah cepat yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Lamongan dengan menyalurkan bantuan ini merupakan suatu hal yang tepat di saat aturan PPKM telah diperpanjang dan diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Selain itu, Achmad menambahkan, bahwa tukang ojek sangat merasakan dampaknya sejak Pandemi, karena tidak banyak orang yang bisa beraktivitas di luar rumah, sehingga berimbas pada sepinya warga yang membutuhkan jasa ojek. “Alhamdulillah, bantuan untuk kami bukan kali ini saja, sebelumnya teman-teman juga sudah mendapat bantuan serupa,” pungkasnya. [riq/suf]