Madiun (beritajatim. com)  –  Pemangku Kota Madiun Drs Maidi menyerahkan apresiasi atas capaian  Kelompok Tani “Tani Dadi Makmur”, di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun dalam panen raya tahun 2020.

Pihaknya berharap, pengoptimalan produksi pertanian tersebut tidak hanya padi, tetapi juga komoditas pertanian lain, utamanya yang menunjang jadi bahan pembuatan sambal pecel, jadi makanan khas Kota Madiun.

Walikota Madiun Maidi pada sambutannya mengatakan, khususnya petani di dalam tahun 2020 di Kota Madiun disubsidi 125 ton pupuk, tetapi yang menjadi masalah Kota Madiun sebagai Kota Pecel yaitu sedang mahalnya cabe dan kacang.

“Harapannya tidak hanya menanam padi, namun petani juga sanggup menanam varietas lain yang dibutuhkan masyarakat sebagai bahan pembuatan sambal pecel. Yakni cabai, kacang negeri, sayuran, dan palawija, ” katanya.

Ditambahkannya Pemkot Madiun sudah menyiapkan lahan, silahkan para petani dicoba belakang dari Pemkot Madiun dibantu secara gratis yaitu pupuk dan air.

Pemangku Kota Madiun Panen Padi, Rabu (29/7/2020)

Pihaknya menilai, dengan tersedianya bahan patokan dari lahan persawahan dalam tanah air, diharapkan para produsen sambal pecel tidak lagi mencari komoditas dalam luar kota. Selain itu, pemkot juga menyiapkan skema subsidi untuk mengantisipasi adanya penurunan harga barang.

Sementara Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Zona Sucipto, S. Sos., saat ditemui secara terpisah menyampaikan, ditengah Pandemi Covid-19 ini, tidak boleh larut dengan kondisi saat ini.

Tetap waspada dan memelihara kesehatan. Namun tetap menjalan aktifitas tentunya dengan melaksanakan imbauan Negeri seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan sering cuci tangan.

“Kegiatan Panen Raya itu merupakan wujud nyata untuk menganjurkan keyakinan bagi masyarakat Kota Madiun bahwa kita siap memenuhi hajat Pangan walau dihadapkan dengan Epidemi Covid-19, ” ujar Dandim.

“Kita semua bisa menjadi pahlawan yaitu di bidang ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan bertabur seluruh warga ditengah wabah Virus Corona yang saat ini telah berkembang dimana mana, ” tuturnya. (ted)