Kediri (beritajatim. com) – Awak Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kediri meningkatkan peran pengawasan partisipatif untuk mensukseskan Pilkada Tahun 2020. Kali ini Bawaslu melakukan pengesahan nota kesepakatan dengan belasan institusi kepemudaan dan kemasyarakatan.

Kegiatan rapat koordinasi itu berdiam di Exo Kafe Kabupaten Kediri. Bawaslu menggelar penanda tangan mou pengawasan partisipatif dengan 13 pola kepemudaan dan kemasyarakatan. Acara dengan dikemas dalam pertemuan telulasan tersebut mengambil tema ‘Bincang Santai Membumikan Pengawasan Pemilihan’.

Saidatul Umah, Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri mengatakan, kerjasama antara bawaslu secara 13 lembaga tersebut bertujuan buat mensukseskan Pemilihan Bupati Dan Pemangku Bupati Kediri Tahun 2020. Secara merangkul sejumlah elemen di asosiasi itu, bawaslu berhadap dapat mengembangkan pengawasan untuk melarihkan Pilkada dengan berkualitas.

“Hari ini kami melakukan penandatanganan MoU dengan 13 lembaga pengawasan partisipatif. Ini bentuk komitmen awak dalam mensukseskan gelaran Pilkada yang berkualitas, ” ujarnya.

Dijelaskan Saidatul Ulama, seluruh lembaga yang digandeng dalam pengawasan partisipatif dapat mengambil peran dalam pada setiap tahapan. Mereka bisa terlibat tepat dalam pengawasan dan melaporkan temuan kepada Bawaslu, untuk ditindak lanjuti.

Sementara itu, Pemimpin DPC Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Kediri, Isrofil Amar dengan turut serta dalam kegiatan itu, mengapresiasi langkah Bawaslu mengajak kerjasama 13 lembaga dalam pengawasan partisipatif.

Kendati lembaga pemantau berada dibawah KPU, tetapi tak menyurutkan niat bawaslu untuk langgeng menggandeng.

Perlu diketahui, Pilkada Kabupaten Kediri bakal dihelat pada 9 Desember 2020. Sejauh ini penyelenggara tengah melakukan periode pemutakhiran data pemilih melalui pencocokan dan penelitian (coklit). [nm/suf]