Surabaya (beritajatim.com) – Hampir setiap jengkal dari tubuh perempuan selalu ada mitos dan standat yang ditempelkan padanya. Mulai dari mitos bahwa cantik itu harus memiliki kulit berwarna putih atau cerah, sampai harus memiliki vagina yang wangi.

Perihal vagina memang tak pernah lepas dari penilaian dan tuntutan mengenai bagaimana alat vital perempuan ini harus sempurna. Termasuk urusan aroma. Terlepas dari semua penilaian tersebut, vagina yang memiliki aroma tak sedap memang kerap menjadi keluhan bagi perempuan itu sendiri.

Terutama perihal kepercayaan diri, lebih-lebih berkenaan dengan kesehatan tubuh mereka. Faktanya vagina menjadi tempat bagi banyaknya bakteri yang susunannya selalu berubah-ubah. Berikut adalah beberapa jenis aroma vagina dan penyebabnya yang perlu kalian ketahui.

Aroma Asam

Jika kalian merasa vagina beraroma seperti makanan yang difermentasi, kalian tidak perlu khawatir karena ini adalah hal yang normal. Bahkan, aroma asam yang mendominasi bisa menjadi pertanda bahwa kalian memiliki vagina yang sehat. Salah satu penyebabnya adalah bakteri Lactobacillus yang menjaga vagina agar tetap asam, sehingga vagina terlindungi dari bakteri jahat.

Aroma Logam

Selain aroma asam, aroma logam atau tembaga juga tidak perlu dikhawatirkan. Biasanya, aroma ini berasal dari darah, seperti saat menstruasi.

Kandungan zat besi dalam darah mengakibatkan vagina juga berbau logam. Selain itu, vagina yang terkena air mani juga dapat mengubah tingkat pH dan menyebabkan bau logam.

Aroma Manis

Aroma lainnya yang masih normal adalah aroma manis. Aroma ini akan muncul karena bakteri dari pH vagina. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ekosistem bakteri selalu berubah sehingga aroma pun berubah-ubah.

Aroma Amonia

Untuk aroma yang satu ini, perlu perhatian lebih lantaran bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan. Umumnya, aroma ini berasal dari urine yang mengandung produk sampingan berupa ammonia.

Urine yang berbau ammonia menjadi tanda dari dehidrasi, selain itu bisa juga disebabkan oleh bakteri vaginosis yang bisa menyebabkan gejala keputihan, gatal, dan rasa terbakar.

Aroma Asap

Jika kalian merasa vagian beraroma seperti asap, bisa jadi kalian sedang mengalami stres emosional. Saat stress, tubuh menghasilkan kelenjar apokrin yang berfngsi untuk merespon emosi. Kelenjar ini lah apabila mengenai bakteri vagina di vulva akan menghasilkan aroma berbeda.

Aroma Amis

Kalian perlu khawatir saat vagina sudah mengeluarkan aroma amis, penyebabnya ada beberapa. Seperti infeksi bakteri vaginosis, yang mana terjadi pertumbuhan bakteri anaerob secara berlebih di dalam vagina.

Selain itu, bisa juga menjadi gejala dari trikomoniasis, yakni infeksi menular seksual. Namun infeksi tersebut masih umum dan mudah untuk diobati.

Aroma Busuk

Jika memiliki aroma vagina yang busuk seperti organisme mati, mungkin kalian kurang menjaga kebersihan vagina. Seperti penggunaan pembalut berjam-jam, atau bahkan menggunakan tampon berhari-hari sehingga meninggalkan bau tak sedap.

Apabila aroma vagina dirasa masih normal, kalian tidak perlu merasa panik atau khawatir. Penggunakan wewangian juga tidak diperlukan bahkan harus dihindari karena justru bisa mengakibatkan infeksi. Sebaiknya jaga kebersihan vagina agar tetap sehat dan terawatt dengan baik. [mnd/tur]