Lamongan (beritajatim.com) – Pasca terjadinya tabrakan yang melibatkan kereta api (KA) dan truk di rel perlintasan sebidang berpalang pintu, tepatnya di sebelah barat terminal Lamongan, pada Rabu kemarin (9/3/2022). Kini dua penjaga palang pintu perlintasan diperiksa Polres Lamongan.

Diketahui, dua penjaga tersebut merupakan petugas palang pintu setempat yang waktu itu terjadi tabrakan. Saat ini, keduanya harus berurusan dengan Polres Lamongan didampingi oleh Bagian Hukum PT KAI Jakarta.

“Iya, hari ini dua penjaga palang pintu jalani pemeriksaan  ke Polres didampingi Bagian Hukum PT KAI Jakarta,” ujar Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Lamongan Iptu Anang Purwo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (10/3/2022).

Anang menambahkan, karena kelalaian dari petugas palang pintu diduga sebagai penyebab terjadinya tabrakan, maka penyidikan untuk kasus tabrakan ini diserahkan ke Penyidik Unit 3 Sat Reskrim Polres Lamongan.

“Penyidikan kita serahkan ke Reskrim, karena ini berkaitan dengan kelalaian petugas palang pintu, Sat Lantas tidak menyidik,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KA Ekonomi lokal relasi Cepu – Surabaya ini menabrak 2 truk di perlintasan KA berpalang pintu, di Jalan Jaksa Agung Suprapto Lamongan, tepatnya di barat terminal Lamongan, sekitar pukul 06.35 WIB, Rabu kemarin.

Saat terjadinya tabrakan KA dengan Truk di perlintasan sebidang berpalang pintu, Lamongan, Rabu (8/3/2022).

Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun 3 orang harus mengalami luka-luka. Serta 2 kendaraan truk dan lokomotif KA bagian depan mengalami kerusakan yang cukup parah.

Adapun 3 orang yang mengalami luka-luka tersebut di antaranya masinis KA, asisten masinis KA dan kernet truk. Tabrakan ini juga mengakibatkan kemacetan panjang di sekitar lokasi. Bahkan, perjalanan KA juga harus terhenti karena truk dan KA masih nangkring di rel.[riq/ted]