Madiun (beritajatim.com) – Perhatian pengguna Jalan Pahlawan, Kota Madiun, tertuju pada seorang pria yang sedang beraksi di jalan. Pria paruh baya tersebut membawa banner dan dia memakai masker langkap dengan kacamata hitam. Dia berdiri di dekat median Jalan Pahlawan pada Rabu (11/8/2021)

“SAYA KORBAN PHK SEPIHAK 15 TAHUN BEKERJA TANPA TALI ASIH. SAYA JUNI 21 sudah VAKSIN 2X Tapi JULI 21 saya POSITIF COVID (meski saya selalu patuh PROTKES 3M). SEKARANG SAYA INGIN BERGABUNG JADI RELAWAN COVID. Karena saya korban COVID-19 dan korban PHK SEPIHAK. Dra Hj KHOFIFAH, Bapak H. ACHMAD DAWAMI, Bapak H. MAIDI. Tolong Bantu Saya (087817238832),” tulis pria itu di banner yang dia beri tiang pancang bambu dengn bendera putih kecil.

Adalah, Rusman (57) warga Kelurahan Bedoho, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Dia nekat menawarkan dirinya jadi relawan Covid-19 atau bekerja sebagai apapun. Dirinya hampir menyerah dengan keadaan. Pandemi Covid membuatnya kehilangan pekerjaan.

“Saya dulu bekerja sebagai sopir taksi di salah satu perusahaan taksi besar. Saya bertugas di Kota Surabaya. Namun, pada Juli 2020 saya dianggap keluar tanpa pemberitahuan. Karena sakit selama 15 hari,” terang Rusman.

Sementara tak ada uang pisah yang diberikan tempat kerjanya dulu. Uang asuransi yang dipotong dari gajinya pun juga tak bisa dicairkan. Sehingga, dia dianggap keluar dari pekerjaan dan tak mendapatkan sepeser pun pesangon.

“Akhirnya, saya memilih pulang kampung. Ini pun masih menumpang di rumah keluarga istri saya. Istri sempat kerja sebagai penjual kue. Tapi, usaha istri tidak berjalan lancar. Orderannya makin minim karena adanya pembatasan. Sekarang untuk makan saja susah,” katanya.

Padahal, dia masih harus menghidupi empat orang anaknya. Bahkan masih ada yang duduk di bangku sekolah dasar. Rusman bingung harus mencari pekerjaan di mana lagi. Dia sempat bertanya dan berniat melamar pekerjaan sebagai relawan di RSUD dr Soedono Madiun.

Namun, jawaban petugas tak membuatnya puas. Justru dia diremehkan karena sudah berusia lanjut. “Saya pun kepikiran membuat banner dengan tulisan sedemikian rupa. Sehingga, orang mungkin ada yang terketuk hatinya untuk membantu saya untuk memberi pekerjaan. Bikin banner itu pun saya ngutang,” katanya.

Hingga akhirnya dia memilih turun ke jalan Pahlawan untuk menunjukkan betapa dia butuh bantuan. Namun, tak berselang lama, dia dipanggil Satpol PP yang bertugas di sekitar Jalan Pahlawan.

“Saya ditanyai, terus saya ceritakan kondisi saya. Mereka memberikan petunjuk untuk meminta bantuan ke kantor Pemkab Madiun yang ada di Kecamatan Mejayan, Madiun. Mungkin saya bisa diterima sebagai relawan,” kata Rusman.

Pun, Rusman lantas kembali ke rumah dengan tangan kosong. Rusman gagal lagi dapat pekerjaan. “Saya mohon kalau ada yang memiliki lowongan pekerjaan, apapun saya mau, selama saya masih sanggup lakukan,” katanya. [fiq/suf]