Bojonegoro (beritajatim.com) – Meninggalnya Sarmin (61), warga Desa Tambakromo RT 013 RW 007, Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro sempat menggemparkan warga setempat. Pasalnya dia meregang nyawa setelah dibacok oleh tetangganya sendiri, Minggu (21/2/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Cerita pembacokan itu diduga bermula dari dendam lama antara pelaku dengan korban. Pelaku berinisial LS (55) membacok korban saat berada di sawah menggunakan sabit di bagian lengan tangan kiri dan dada sebelah kanan korban, sehingga korban mengalami luka terbuka.

Kepala Desa (Kades) Tambakromo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, Kiswanto mengungkapkan bahwa antara pelaku dengan korban sebetulnya telah memiliki permasalahan sejak lama. “Itu kan sebenarnya pelaku sudah mempunyai dendam lama sama korban. Motifnya cemburu,” kata Kiswanto.

Sebelum terjadi pembacokan, antarkeduanya yang masih memiliki hubungan keluarga itu sempat saling cekcok atau adu mulut. Hingga kemudian berujung pembacokan yang dilakukan oleh pelaku. Akibat pembacokan itu, korban langsung meninggal di tempat kejadian.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas yang mendapat laporan akhirnya ke lokasi dan melakukan penangkapan kepada pelaku. Sementara korban dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk diotopsi.

“Tadi dari Polsek datang, terus mayat korban dibawa ke rumah dulu. Di lokasi kejadian dipasang garis polisi. Habis itu dari Puskesmas datang untuk memeriksa mayat korban dan pada akhirnya dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk di visum,” kata Kiswanto.

Menurut Kades, setelah melakukan pembacokan pelaku langsung pulang. Namun, saat hendak diamankan petugas bersama warga setempat pelaku sempat marah dan membawa golok. Kemudian lari ke hutan yang ada disekitar desa. Kasus tersebut kini masih ditangani oleh Polres Bojonegoro.

“Tadi sempat ada pengejaran juga dari polsek. Terus pelaku masuk ke hutan, namun pelaku kemudain turun dan langsung ditangkap oleh petugas dari Polsek Malo,” kata Kiswanto. [lus/kun]