Gresik (beritajatim.com) – Diduga konsleting listrik, sebuah rumah milik Supatmi warga Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Gresik ludes terbakar. Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun, menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awal terjadinya kebakaran pada pukul 14.35 wib. Saat itu, tiba-tiba ada asap api membumbung tinggi. Melihat kejadian tersebut, warga setempat berusaha menjinakkan si ‘jago merah’ tapi api terus membesar.

Tidak bisa dipadamkan karena api melalap isi rumah. Warga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Gresik.

Setelah menerima informasi ada laporan kebakaran, petugas damkar langsung meluncur ke TKP. Api yang semula membesar akhirnya bisa dikuasai setelah petugas damkar berjibaku.

Kepala Dinas Damkar Gresik Eka Prapangasta menuturkan, butuh waktu satu jam lebih untuk memadamkam rumah yang terbakar akibat diduga konsleting listrik. “Petugas di lapangan butuh waktu satu jam lebih sebelum api yang menghanguskan rumah warga membesar lagi,” tuturnya, Selasa (20/07/2021).

Eka menjelaskan selama Hari Raya Idul Adha ada dua kejadian kebakaran. Pertama di Kedamean sebuah pabrik dan berikutnya di Lowayu Dukun sebuah rumah milik warga. “Kami menghimbau agar warga berhati-hati lebih ekstra lagi di musim kemarau seperti sekarang,” pungkasnya. [dny/kun]