Gresik (beritajatim.com) – Selama Bulan Ramadan hampir tiap sudut jalan banyak penjualan menjajakan makanan takjil. Namun, pembeli harus lebih waspada dengan takjil yang menggunakan bahan berbahaya.

Guna meminimalisir hal itu, tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik bersama dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menguji sejumlah sampel jajanan takjil di Pasar Pondok Permata Suci (PPS). Lokasi itu dipilih karena termasuk yang paling ramai orang berjualan takjil.

Ada 12 sampel dari berbagai jenis makanan dan minuman yang dilakukan pengujian di tempat. Baik melalui jenis uji formalin, rhodamin, boraks dan metanil yellow. Jenis makan yang diuji itu pun beragam, mulai dari pentol, minuman es, hingga kerupuk.

“Sampel ini kami lakukan secara acak, ada 12 sampel dan langsung dilakukan uji lab di tempat. Hasilnya, semuanya negatif tidak mengandung bahan berbahaya,” ujar Kepala Dinkes Gresik, dr Mukhibatul Khusna, Rabu (13/04/2022).

Ia menjelaskan dirinya mengapresiasi para pedagang takjil yang semakin paham bahaya penggunaan bahan kimia yang dicampur untuk bahan makanan.

“Layak dikonsumsi artinya para penjual pun saat ini semakin memperhatikan kesehatan pelanggannya,” paparnya.

Kendati demikian lanjut Khusna, pihaknya tidak mungkin memeriksa satu per satu makanan takjil yang dijajakan. Dirinya memberi tips bagaimana memilih makanan yang sehat.

“Hindari makanan dengan corak yang terlalu mencolok. Kemudian, makanan dengan kekenyalan keras ataupun muncul rasa getir, juga perlu dihindari. Kalau boraks itu kenyal keras, kemudian boraks pada kerupuk itu rasanya getir,” ungkapnya.

Masih menurut Khusna, makanan yang mengandung bahan kimia itu sangat berbahaya bagi tubuh. Pasalnya, hal itu mengandung karsinogen serta karsinonegic. Kandungan itu bisa menumbuhkan bibit kanker di dalam tubuh hingga bisa merusak ginjal.

“Pastinya kalau yang tidak sehat pasti mengganggu pencernaan di dalam tubuh,” katanya.

Inspeksi makanan takjil yang dilakukan Dinkes Gresik tahun ini mengalami perkembangan. Sebab, dua tahun lalu selalu mendapati makanan yang mengandung bahan berbahaya itu. Seperti pewarna makanan rhodamin dan boraks pada kerupuk yang diperjualbelikan. [dny/but]