Banyuwangi (beritajatim.com) – Dalam daftar nama personel yang mengikuti pelayaran KRI Nanggala 402 yang melaksanakan penembakan torpedo terdapat dua nama prajurit asal Banyuwangi. Mereka adalah Sertu Dedi Hadi Susilo dan Serda ED Pandu Yuda Kusuma.

Sudarmadji, orang tua Sertu Dedi Hadi Sulilo mengkonfirmasi anaknya sebagai crew kapal selam itu. Hingga pagi, Sudarmadji bahkan telah mendatangi Pangkalan LANAL Banyuwangi.

“Kami bersama keluarga berada di Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, untuk mendapatkan informasi terkini pencarian KRI Nanggala 402, sekaligus mencari kabar anak kami. Tapi sampai sekarang belum mendapatkan kabar dari pencarian KRI Nanggala,” ungkap Sudarmadji, Kamis (22/4/2021).

Meski demikian, dirinya mengaku pasrah terkait kejadian ini. Pihaknya menyerahkan keputusan terbaik dari pihak TNI.

“Kami hanya menunggu kabar baik saja,” ungkapnya.

Selain dua nama personel di atas, terdapat 51 crew lain yang berada di dalam KRI buatan Jerman itu. Terdapat pula kepala latihan dan kepala perang.

Sebelumnya, Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak saat melaksanakan gladi resik pelatihan peluncuran torpedo. Kapal dengan 53 awak itu hilang kontak saat berada di perairan utara Bali berjarak 60 mil laut atau sekitar 95 KM. [rin/but]