Surabaya (beritajatim. com) – Dua orang pengajar Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya berhasil meraih posisi “TOP 500 Authors” untuk kategori overall score , di kurun 196153 dosen di seluruh Nusantara berdasarkan basis data SINTA ( Science and Technology Index ) yang dikelola sebab Kementrian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi
Nasional (Kemenristek/BRIN) Republik Indonesia.

Siapakah mereka? Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., dan Doddy Prayogo, Ph. D. Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., adalah Rektor UK Petra saat ini, sekaligus dosen Prodi Teknik Sipil.

Sedangkan Doddy Prayogo Ph. D., merupakan dosen Prodi Teknik Sipil UK Petra sekaligus memegang lembaga Kepala Prodi Magister dan Doktor Teknik Sipil UK Petra.

“Saya sangat senang dan merasa luhur bisa berada di antara Top 500 Authors di database SINTA, kategori overall score . Artinya kinerja penelitian, publikasi dan inovasi yang sudah dikerjakan selama ini mampu bersaing dengan seluruh dosen yang ada pada Indonesia. ”, tambah Djwantoro. Doddy Prayogo mengungkapkan, “Dengan adanya status ini artinya Kemenristek/BRIN sudah tiba memperhatikan kualitas penelitian dosen”.

Apa itu SINTA? SINTA merupakan kepanjangan dari Science and Technology Index. “Sebuah database yang melakukan pencatatan atau peng – index-an terhadap produktivitas atau kemampuan penelitian dan publikasi ilmiah pembimbing di Indonesia. Penilaian ini adalah kumpulan nilai-nilai dari karya dosen tersebut, baik dalam tataran nasional maupun internasional, yang tercatat pada database-database terkemuka, seperti halnya Scopus, Web of Science (WoS), Google Scholar dan lain-lain. ”, urai Dr. Ribut Basuki, M. A., selaku Kepala Lembaga Penelitian serta Pengabdian Masyarakat (LPPM UK Petra).

Jika dosen ingin meningkatkan nilainya dalam basis data SINTA, maka dia harus produktif melakukan penelitian, pembaruan dan menerbitkan publikasi yang berkualitas. “Semakin tinggi nilainya menggambarkan tingginya kinerja penelitian dosen yang terlibat. ”, tambah Ribut Basuki.

Ribut Basuki menambahkan, “nilai Pak Djwantoro dan Pak Doddy tinggi karena
publikasi mereka tembus SCOPUS index level tertinggi, Q1 atau Q2”, tambahnya masa
dihubungi melalui WhatsApp.

Total publikasi rektor UK Petra yang terindeks SCOPUS menyentuh 40 publikasi dengan h-index 11. Sedangkan bagi Doddy, dosen berumur 33 tahun tersebut hingga zaman ini publikasinya yang terindeks SCOPUS sudah mencapai 27 dengan h-index 14. (ted)