Surabaya (beritajatim. com) – Dewan Pengurus Bagian (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya Periode 2020-2022, sah dilantik di Aula Kadin Jawa Timur, Sabtu (28/11/2020).

Ketua DPC GMNI Surabaya demisioner periode 2018-2020 Aldian Dwi Pamungkas, dalam sambutannya juga berpesan agar selalu berjiwa optimis dan dinamis serta lebih mengedepankan kerjasama di dalam mewujudkan perjuangan.

“Kader GMNI Surabaya harus berjiwa optimis dan dinamis dalam mewujudkan perjuangan. Apalagi bicara soal gaung pelatihan, GMNI tidak boleh lemah dalam hal inovasi dan kreatifitas pada recruitment mahasiswa di tiap kampus, ” ujar Aldian.

Ketua DPC GMNI Surabaya Refi Ahmad Zuhair di pidatonya menyampaikan bahwa terciptanya sinergitas gerakan yang mampu mendobrak semangat yang terjadi dalam kampus, kawasan, hingga nasional akan menjadi tantangan bagi GMNI Surabaya. Terciptanya sinergitas dalam gerakan yang mampu mendobrak dinamika yang terjadi dalam kampus, daerah, hingga nasional menjadi tantangan bagi kita sebagai organisasi mahasiswa.

“Organisasi ini mulia dikarenakan daya juang kader rupanya yang bersungguh-sungguh dalam mengamalkan aliran di kesehariannya, bukan hanya bertepuk tangan saja ketika bereuforia, ” tegasnya.

Sekjen DPP GMNI, Sujahri Somar mengatakan, GMNI harus mengoptimalkan visi misi pada membangun organisasi, utamanya dalam situasi pandemi covid 19. “Di era yang serba dengan kemajuan serta kondisi pandemi dunia covid 19, GMNI harus mengoptimalkan visi serta misi dalam membangun gerakan organisasi”, paparnya.

Ia memasukkan bahwa pelantikan bukan hanya sekedar seremonial belaka, melainkan upaya konsolidasi kaderisasi dan organisasi untuk GMNI yang lebih progresif. “Pelantikan itu diharapkan tidak hanya sekedar seremonial saja, jadika ini sebagai wadah konsolidasi kaderisasi dan organisasi yang lebih progresif, ” tambahnya.

Agenda tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Korem & Polrestabes Surabaya. Organisasi mahasiswa Cipayung Surabaya juga turut hadir, yakni GMKI dan PMII. Hadir juga ormas Pusura dan berbagai pola mahasiswa daerah. (asg/kun)