Jombang (beritajatim. com) – Pemimpin Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Kabupaten Jombang H Mujtahidur Ridho (Gus Edo) mendukung pengembangan pertanian durian seluas 250 hektar yang digagas agrowisata Agropolis Wonosalam Jombang.

Hal itu dikatakan Gus Edo saat mengunjungi agrowisata Agropolis di Kecamatan Wonosalam, Jumat (21/11/2020). Di lokasi tersebut, Gus Edo mengapresiasi kawasan agro edukasi secara jejeran pohon durian yang jadi panen pada akhir tahun itu. “Insyaallah, semua bisa diwujudkan, tercatat untuk pengembangan pertanian durian unggul hingga 250 hektar tersebut, ” papar Gus Edo.

Menurutnya, durian merupakan buah primadona Wonosalam yang memiliki pangsa pasar lokal hingga internasional. Durian  dinilai laku keras karena memiliki penggemar yang sangat luas di seluruh Indonesia. Hal itu semakin pas dengan Kecamatan Wonosalam memiliki kelebihan luar biasa karena tanah yang dijadikan untuk bercocok tanam adalah negeri sangat subur.

“Wonosalam Kontur tanah pegunungan dengan hawa yang cukup dingin. Kondisi ini sangat cocok untuk bercocok buah-buahan. Contohnya adalah Agropolis. Di sini mereka bahkan menjadikannya sebagai agro edukasi. Itu harus kita support, ” katanya.

Gus Edo mengatakan, pihaknya akan berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang biar ada program yang bisa menopang pengembangan pertanian durian dan barang unggul pertanian yang lainnya di Wonosalam.

Manajer wisata Agropolis Suntoro menyampaikan terima kasih atas kunjungan serta dukungan Ketua GPK Jombang terhadap perkembangan durian di Wonosalam. Dia berharap, kedatangan GPK Jombang berkecukupan memenuhi harapan masyarakat atas adanya buah durian berkualitas di Kecamatan Wonosalam.

“Peran & dukungan berbagai pihak sangat istimewa untuk mewujudkan luasan hingga 250 hektare pertanian durian unggul itu. Sekarang ini, Agropolis telah tiba dengan luasan kebun agrowisata 3, 7 hektare. Kami mungkin mau sendirian mewujudkan program hulu & hilir pertanian durian unggul tersebut, karena harus punya pondasi kemitraan dengan masyarakat, ” kata Suntoro.

Suntoro menungkapkan, pihaknya mengusung konsep berkebun berjamaah, di mana kebun-kebun Agropolis juga mampu dimiliki oleh publik dan dikelola secara transparan oleh manajemen Agropolis dengan skema bagi hasil. “Kami akan terus mengembangkan lahan-lahan dengan ada untuk penanaman pohon durian secara masif, ” pungkasnya. [suf]