Kediri (beritajatim. com) – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono melanjutkan daftar kampanye ke wilayah utara Kabupaten Kediri. Ada tiga agenda yaitu, blusukan dan panen tani organik di Desa Tertek, Kecamatan Peria, memberi penyuluhan dalam program Daerah Inovasi Tani Organik (DITO) pada Desa Bringin, Kecamatan Badas beserta pertemuan dengan Tokoh Umat Katolik, di Gubuk Lazaris, Desa Sambirejo, Kecamatan Pare.

Calon Bupati Kediri Hanidhito Pramono menjelaskan, di dalam agenda DITO, petani akan mendapat les sosialisasi dan pelatihan pertanian gemuk organik cair.

“Karena ini kaitanya buat menekan, kelangkaan pupuk di kios-kios. Menekan persoalan itu salah kepala opsinya adalah penggunaan pupuk organik. Dulu pada awal saya pegari kesini, memang masih ada resistensi. Karena belum terlihat simpul-simpul mana yang sudah menggunakan pupuk organik maupun semi organik, ” katanya.

Putra Seskab Pramono Anung itu memuji tingginya antusiasme masyarakat buat mengikuti  pelatihan pembuatan pupuk organik. Dirinya mencontohkan para petani organik di Kecamatan Semen. Meski biar disana belum ada pelatihan, namun mereka memiliki keinginan

“Makanya saya minta di Kecamatan Emas biru ada. Ternyata yang menyurati ke tim saya khususnya tim DITO ini, sudah ada enam Kecamatan yang minta masuk program tersebut, ” tambahnya.

Mas Dhito mengaku tak tergesa-gesa untuk memaksakan program itu. Ia lebih melihat terlebih dahulu hasil produksi panen para petani.

Jika memang sudah sesuai dengan biaya pertanian dengan dikeluarkan pada saat pembuatan gemuk organik, makan program ini diperkirakan terus berlanjut.

Sementara ketika ditanya logistik pembuatan pupuk? Dhito menjawab, bila dirinya terpilih dalam Pilkada 9 Desember 2020, maka ia akan berbicara dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat tentang  bagaimana jalan pengadaan  untuk alat pembuatan gemuk.

“Perlahan lahan kita lihat dulu buatan panenya, kalau produksi panenya pantas dengan yang dikeluarkan pada zaman pembuatan pupuk organik maka program ini akan saya terus dorongan, ” tutupnya [nm/ted] .