Bangkalan (beritajatim.com) – Banyaknya keluhan masyarakat tentang harga jual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi perhatian Wakil Bupati Bangkalan dan akan segera memanggil para distributor serta pengecer.

Wakil Bupati Bangkalan Mohni mengatakan, pihaknya segera melakukan evaluasi dengan duduk bersama seluruh pihak terkait. Mulai dari dinas, distributor hingga pengecer tingkat bawah. “Supaya tidak saling tuding atas permasalahan tersebut, maka seluruh pihak akan kami panggil untuk duduk bersama membahas keluhan yang saat ini dirasakan petani,” ujarnya, Rabu (5/1/2022).

Selain itu, ia juga mengimbau seluruh pihak agar tidak menjual pupuk bersubsidi di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah. Sebab, aturan harga tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 49 tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

“Jadi, jangan memutuskan harga sendiri. Kasihan petani, harga itu sudah diatur dan ditetapkan oleh pemerintah agar petani tidak terlalu terbebani harga pupuk itu,” tegasnya.

Diketahui, sesuai Permentan nomor 49 tahun 2020, harga pupuk bersubsidi sebagai berikut : Pupuk Urea Rp 2.250 perkilogram, pupuk SP-36 seharga Rp 2.400 perkilo, pupuk ZA Rp 1.700 perkilo, pupuk NPK Rp 2.300 perkilo, pupuk formula khusus Rp 3.300 perkilo, pupuk organik granul Rp 800 perkilo serta pupuk organik cair Rp 20.000 perliter.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bangkalan, Fathur Rosi mengatakan kenaikan harga tersebut dianggap lumrah. Sebab, pengecer juga memerlukan biaya transportasi dalam pendistribusian pupuk itu. “Kalau kenaikannya masih wajar ya bisa dimaklumi karena dalam prosea pendistribusian juga memerlukan ongkos. Yang menjadi persoalan apabila harga yang diterapkan itu jauh di atas HET,” tambahnya.

Ia berharap, dinas terkait dapat mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi itu secara rutin. Hal dinilai dapat meminimalisir adanya monopoli harga di tingkat bawah. “Harus lebih sering melakukan evaluasi agar meminimalisir adanya permainan di bawah,” tandasnya. [sar/suf]