Surabaya (beritajatim. com) – Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) menandatangani MoU dengan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur dalam pembentukan Koperasi Garam di Hotel Dafam Signature Surabaya. Pembentukan Koperasi Garam ini sebagai langkah konkret mengatasi persoalan di masyarakat petani garam.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Sri Untari Bisowarno dalam pengarahannya menegaskan, peran penting koperasi, yang memiliki karakter keseimbangan bagi anggotanya.

“Petani garam bisa semakin kuat dan sejahtera sebab dinaungi kelembagaan. Dekopin akan membantu agar memunculkan koperasi karena potensi koperasi garam/pesisir itu sangat besar. Apalagi, di Jatim total lahan garamnya separuhnya dibanding nasional, tapi belum ada koperasi garam, ” kata Untari.

Perempuan yang juga menjabat Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini juga menjelaskan potensi sira di Indonesia, terutama Madura betul besar dalam menopang kebutuhan pasar Indonesia. “Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lahan pegaraman potensial sekitar 34. 731 hektare serta sampai tahun 2009 lahan produktif sekitar 20. 089 hektare, ” bebernya.

Perempuan yang juga menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini pula mengingatkan pentingnya berada di bawah naungan lembaga yang bernama koperasi. Dengan tebentuknya koperasi garam, terang Untari, Dekopin akan mudah dalam melakukan pembinaan dan pengembangan petani garam. Sebab koperasi adalah medan ekonomi yang berasaskan kekeluargaan.

“Dengan koperasi garam ini, kami berharap masyarakat petani garam bisa berdaulat, baik dalam menutup kebutuhannya, maupun dalam menopang kebutuhan pasar kita akan garam, ” pungkas Untari. (tok/kun)