Tuban (beritajatim.com) – Setelah kasus investasi bodong dengan modus trading yang viral beberapa waktu lalu, kini kembali muncul kasus penipuan baru dengan modus investasi dengan modus klinik kecantikan, Sabtu (5/2/2022).

Dalam kasus penipuan investasi dengan modus usaha klinik kecantikan itu seorang ibu-ibu di Kabupaten Tuban sudah menjadi korban hingga ratusan juta rupiah. Korban diyakinkan oleh pelaku akan mendapatkan keuntungan hingga 40 persen.

Data yang dihimpun beritajatim.com, korban penipuan investasi dengan modus klinik kecantikan itu berinisial LF (42), seorang pengusaha asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Wanita tersebut mengaku menjadi korban penipuan oleh FZ (25), pemilik salah satu klinik kecantikan yang berada di wilayah Kabupaten Gresik.

“Saya kenal dengan dia karena saya adalah pelanggan dari klinik skin care miliknya. Kenalnya sekitar satu tahun lalu,” terang LF (42), korban penipuan investasi dengan modus bisnis klinik kecantikan itu saat berasa di Polres Tuban.

Kasus penipuan itu terjadi sekitar bulan September 2021 lalu, yang mana setelah kenal dengan korban FZ mengaku sebagai dokter kecantikan sering menghubungi korban. Selanjutnya, pelaku menawarkan kepada LF untuk menginvestasikan sejumlah uang untuk mendirikan bisnis klinik perawatan di Tuban.

Pada awalnya pelaku yang mengaku sebagai dokter itu meminta uang kepada korban sebesar Rp 100 juta sebagai investasi awal. Yang mana dalam jangka waktu 2 bulan maka diberikan keuntungan sebesar Rp 40 juta atau 40 persen.

“Pada bulan Oktober 2021, terlapor menghubungi klien kami untuk kembali menginvestasikan uangnya lagi sebesar Rp 50 juta. Dikarenakan usaha klinik salon kecantikan milik terlapor sedang butuh suntikan dana,” terang Wellem Mintarja, selaku kuasa hukum dari korban penipuan investasi bodong tersebut.

Ibu-ibu korban penipuan investasi dengan modus klinik kecantikan saat berada di Polres Tuban bersama kuasa hukumnya.[foto : M Muthohar]

Tak cukup sampai disitu, pelaku juga kembali meminta uang kepada korban Rp 515 juta dengan dalih untuk tambahan modal usaha klinik kecantikannya. Yang mana uang tersebut katanya akan dikembalikan pada 5 Desember 2021 sesuai dengan akta perjanjian hutang.

“Dari total kerugian yang dialami oleh korban itu sekitar Rp 700 juta, namun sampai sekarang belum ada yang dikembalikan sama sekali uang dadi klien kami. Kamj sudah melaporkan FZ ke Polres Tuban terkait dugaan tindak pidana kasus penipuan dan penggelapan ini,” tegasnya.[mut/ted]