Lamongan (beritajatim.com) – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan menggelar doa bersama untuk pahlawan kemerdekaan dan pejuang Covid-19, serta santunan anak yatim piatu.

Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1443 H dan HUT Kemerdekaan RI ke-76 ini bertempat di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Paciran, Kamis (19/8/2021).

Kegiatan yang bertajuk ‘Rekonsiliasi dan Dzikir Pertaubatan’ tersebut dilaksanakan secara virtual dan live streaming melalui akun resmi ISNU. Meski masih dalam suasana pandemi, namun kegiatan ini berjalan khidmat dan tertib, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Pada kesempatan tersebut, Ketua ISNU Paciran Lamongan, Khoirul Huda MM menyampaikan, dipilihnya tajuk Rekonsiliasi dan Dzikir Pertaubatan ini karena diilhami dari situasi yang hari ini sedang terjadi, yakni Pandemi Covid-19. Saat ini, menurutnya, perlunya sikap memulihkan hubungan pada keadaan semula dan berdamai, lalu mendekatkan diri kepada Allah Swt.

“Rekonsiliasi itu kan artinya perbuatan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula, dan perbuatan untuk menyelesaikan perbedaan. Pandemi telah memberikan banyak pelajaran dan tantangan, khususnya bagi bangsa Indonesia dalam upaya menanganinya. Tak perlu lagi kita berdebat soal ada atau tidaknya Covid, soal siapa yang harus kita salahkan atas kondisi ini, dan soal perdebatan lain yang justru menguras tenaga kita. Mari kita bersatu padu dan menanggalkan ego kita untuk masa depan yang lebih baik,” terang Khoirul Huda.

Lebih lanjut, Khoirul Huda juga menuturkan bahwa rekonsiliasi menjadi pangkal tolak dan semangat upaya bersama secara benar, adil, dan bijak berdamai dengan keadaan. Pandemi yang bukan hanya mengancam jiwa tetapi juga memporak-porandakan ekonomi dan sosial ini, lanjut Khoirul, diperlukan upaya penanganan tidak hanya lahir, tapi juga upaya-upaya batin untuk memohon doa sebagai orang yang beriman.

“Saat ini kita harus menghadapi musuh berat pandemi Covid-19. Butuh kebersamaan dan langkah padu untuk mengatasinya. Kita semua diharapkan mampu memulihkan diri dan sekeliling kita dari dampak akibat pandemi. Kami juga berharap, melalui upaya lahiriah dan batiniah yakni dzikir pertaubatan ini, pandemi corona bisa hilang. Hanya Allah SWT yang mampu menghilangkan semua kesulitan dan memberi pertolongan,” lanjutnya.

Tak hanya memanjatkan doa agar pandemi cepat berlalu, Khoirul Huda menambahkan, pada momen kemerdekaan ini PAC ISNU juga menggelar doa bersama yang ditujukan kepada para pahlawan kemerdekaan dan pejuang Covid-19 yang telah gugur, meliputi para nakes, relawan Covid, dan pasien Covid yang wafat.

“Doa bersama untuk para pahlawan kemerdekaan dan pejuang Covid-19 tersebut dilakukan sebagai wujud rasa kemanusiaan dan menguatkan kepedulian kita terhadap sesama. Semoga mereka semua yang mendahului kita diberikan tempat yang sebaik-baiknya oleh yang Maha Kuasa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Fausi MHI MPdI yang hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan apresiasinya kepada PAC ISNU Paciran. Menurutnya, di momen kemerdekaan kali ini perlunya mengenang dan meneladani semangat perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendahulu. Sembari terus melakukan perbaikan diri di tengah musibah yang sedang melanda.

“Jika dulu para pendahulu telah mengobarkan semangat dan berjuang memerangi penjajah untuk meraih kemerdekaan, maka saat ini perlunya kita juga mengobarkan semangat dan bersatu memerangi pandemi Covid-19. Tanpa kita bersatu dan bersinergi, maka kita akan sangat sulit keluar dari jerat pandemi Covid-19,” ujar Fausi.

Terakhir, Fausi juga mengajak kepada seluruh yang hadir dalam kegiatan ini untuk terus waspada, saling menguatkan, dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) meski kasus positif Covid-19 di Lamongan mengalami penurunan. Ia juga berharap agar pandemi Covid-19 cepat berlalu dan aktifitas bisa kembali normal seperti sedia kala.

“Mudah-mudahan kegiatan hari ini dapat memberikan keberkahan, kebaikan, kemashalatan, bukan hanya untuk masyarakat Lamongan, tetapi seluruh masyarakat di tanah air, sehingga wabah ini tidak terlalu berkepanjangan dan segera berlalu, berkat upaya dan doa yang terus kita panjatkan kepada Allah Swt,” pungkas Fausi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya sejumlah perwakilan dari pengasuh Pondok Pesantren, Ketua PC ISNU Lamongan, Ketua KUA Kecamatan Paciran, perwakilan MUI Paciran, dan Jajaran Pengurus MWC NU Paciran. Pada penghujung kegiatan ini, PAC ISNU Paciran juga menyalurkan santunan kepada anak Yatim Piatu terdampak Covid-19.

Santunan yang diberikan kepada yatim piatu tersebut diisyaratkan dengan jumlah 76+1, maknanya 76 adalah HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76. Sementara untuk +1 merupakan simbol yang dimaksudkan untuk satu tujuan bersama, yaitu Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh. [riq/suf]