Gresik (beritajatim.com) – Menjelang bulan puasa kunjungan wisata religi di Gresik mengalami peningkatan. Para peziarah membeludak di makam Sunan Giri.

Sejak pagi, Jalan Sunan Giri dipenuhi kendaraan pribadi. Jalanan pun sempat mengalami kemacetan karena padatnya lalu lalang kendaraan roda dua maupun empat. Tidak hanya itu, lokasi parkir bus pun sangat padat. Peningkatan kunjungan peziarah makam Sunan Giri mengalami kenaikan sejak bulan Rajab. Namun, puncak peziarah terjadi akhir pekan lalu. Diperkirakan, terdapat 15-20 ribu peziarah selama sehari.

Aktivitas ziarah di komplek makam Sunan Giri terlihat cukup padat. Di pendopo yang berkapasitas 1.500 orang itu penuh. Para peziarah banyak yang mencari tempat kosong lain untuk melantunkan ayat ayat suci Alquran di sekitar makam.

Kepala Yayasan Makam Sunan Giri Izzuddin Shidiq menuturkan, peningkatan kunjungan ini dimulai sejak mamasuki Rajab. Untuk puncaknya terjadi dua hari belakangan ini. Yakni Sabtu dan Minggu.

Selama dua hari terdapat sekitar 15-20 kunjungan dalam sehari. Hal itu terlihat dari jumlah kendaraan yang parkir di terminal bus. “Jumlah itu belum yang parkir di jalan menggunakan kendaraan pribadi,” tuturnya, Minggu (27/3/2022).

Ia menambahkan, tujuh hari sebelum bulan puasa, peziarah tetap ada tapi jumlahnya tidak sebanyak seperti sekarang. “Masuk bulan puasa baru sepi. Jadi ini akan tetap ada peziarah hingga satu hari sebelum Ramadan,” imbuhnya.

Masih menurut Shidiq, selama pandemi ini para peziarah memang tidak berlama-lama di lokasi. Begitu doa selesai, mereka langsung bergesar pulang. “Hari ini banyak peziarah yang ada dari Sumatera dan Kalimantan. Memang sering dari luar pulau kalau menjelang puasa,” ungkapnya.

Rencananya, seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi malam selawe ramadan juga akan diadakan tahun ini. Saat ini pihak pengelola sedang menyiapkan teknis pelaksanaan agar tetap aman. Izzuddin menyebut, saat malam selawe (dua puluh lima) nanti area makam hanya dikhususkan bagi peziarah. Untuk para pedagang tidak diizinkan masuk ke kawasan makam.

“Pedagang diperbolehkan berjualan di jalan raya. Ini dilakukan agar persebaran covid-19 segera terkendali. Sehingga malam selawe puasa nanti bisa dilaksanakan sesuai rencana dengan mengedepankan Prokes,” pungkasnya. [dny/suf]