Bangkalan (beritajatim.com) – Tradisi mudik atau pulang kampung Hari Raya Idul Fitri tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Saat ini pemerintah memperbolehkan mudik dengan syarat telah melakukan vaksinasi booster atau dosis ketiga.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Sudiyo menuturkan, pihaknya terus melakukan vaksinasi meski bulan puasa. Hal itu dilakukan agar masyarakat tak kesulitan mendapatkan vaksin terutama bagi yang memerlukan untuk syarat mudik. “Untuk vaksinasi kita tetap ada dan lakukan seperti biasa,” ujarnya, Selasa (5/4/2022).

Sayangnya, hingga kini angka vaksinasi booster di Bangkalan masih minim. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan setempat hingga 2 Maret kemarin, angka vaksinasi booster masih mencapai 2,82 persen. “Untuk booster masih 2,82 persen atau 23.242 ribu penerima vaksin,” ungkapnya.

Tak hanya booster, angka vaksinasi dosis kedua juga masih di bawah 50 persen atau 401.210 penerima. Ia mengatakan, minimnya vaksinasi booster dan dosis kedua ini terjadi karena beberapa kendala. Salah satunya yakni minimnya minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster. “Kami sudah melakukan beberapa upaya sosialisasi, jemput bola ke setiap tempat. Namun, memang minat masyarakat masih minim,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya mengaku stok vaksin saat ini cukup banyak. Bahkan, dipastikan tidak akan kurang karena sistem pengiriman vaksin saat ini lebih mudah dan cepat. “Stok tidak perlu khawatir karena setiap hari stok terupdate, jika sudah minim langsung dikirim lagi karena data tersebut sudah ada di sistemnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas (Lalin) Dishub Bangkalan, Ariek Moein menuturkan syarat mudik menggunakan vaksinasi booster tersebut belum bisa dipastikan. Sebab, pihaknya saat ini masih melakukan pengkajian. “Kita masih perlu rapatkan lagi, untuk keputusan fix nanti dua minggu lagi,” pungkasnya. [sar/suf]