Pasuruan (beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Pasuruan semakin dekat. Pasalnya Pilkades ini akan digelar serentak pada 23 Maret mendatang.

Guna mengantisipasi ke cheosan, Polres Pasuruan mempersiapkan simulasi pengamanan. Simulasi tersebut digelar di Halaman Mapolres Pasuruan dan disaksikan oleh Kapolres Pasuruan, AKBP Erick Frendriz beserta anggota Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) lainnya.

Simulasi pengamanan Pilkades 2022 ini diperagakan oleh seluruh anggota Polres Pasuruan. Tak hanya itu anggota dari Kodim 0819 Pasuruan hingga Satpol PP, Linmas dan warga sekitar juga turut hadir di lapangan Polres Pasuruan, Jumat (18/03/2022).

Peragaan simulasi pun dimulai dari pengamanan kotak suara mulai dari kantor kecamatan sampai menuju balai desa setempat. Selain itu, para personel juga mensimulasi apa saja langkah yang akan dilakukan apabila ada potensi kerusuhan/kericuhan pada saat pilkades itu sendiri.

Menurut Kabag Ops Polres Pasuruan, Kompol Sugeng Supriantoro, tujuan dilaksanakannya simulasi tak lain untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan situasi kamtibmas pada pelaksanaan Pilkades. “Dengan simulasi ini, kita bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi suatu hal seperti perampasan kotak suara, masyarakat tidak puas dengan hasil pemilihan dan lain sebagainya,” katanya.

Total ada sekitar 50 personel yang dilibatkan dalam simulasi Pilkades. Namun pada saat hari H Pilkades itu sendiri, jumlah personel Polres Pasuruan yang dikerahkan mencapai 655 anggota.

Sugeng mengatakan, seluruh personel tersebut disebar ke 54 desa di Kabupaten Pasuruan yang menggelar Pilkades Serentak. Tak hanya itu Kodim 0819, Satpol PP dan Linmas alias Hansip akan back up personel.

“Kalau dari Polres Pasuruan total 655 personel. Kami juga diback up langsung oleh Kodim 0819 Pasuruan, Satpol PP dan Linmas. Semuanya berjaga di masing-masing TPS sampai di kecamatan,” tegasnya.

Lebih lanjut Sugeng menegaskan bahwa di desa-desa yang sulit dijangkau kendaraan besar, Polres Pasuruan sudah menyiapkan satu pleton pasukan bermotor brimob yang dipersenjatai lengkap. Mereka akan menjangkau di tiga wilayah, yakni Kecamatan Puspo, Winongan dan Pasrepan.

“Seperti di Desa Keduwung, Puspo itu khan daerah yang sulit dijangkau kendaraan seperti mobil. Maka dari itu kita terjunkan pasukan bermotor masing-masing satu pleton brimob yang semuanya dipersenjatai dan mereka adalah bagian dari pasukan pemukul,” tutupnya. (ada/ted)