Surabaya, (beritajatim. com) – Meski memiliki belasan akses jalan masuk,   RW 04 Kelurahan Sidotopo, Semampir Surabaya hanya memberlakukan satu pintu selalu.

Warga setempat pula mengerahkan penjagaan swadaya dan gotong-royong warga. Kampung ini juga menyediakan fasilitas  pencegahan Virus Covid 19 ini. Tepasang alat penyemprotan desinfektan, peralatan hand sainitizer dan spanduk sosialisasi.

“Prosedurnya asi buat semua warga pendatang. Dilakukan tanya jawab, absensi dan diberikan sosialisasi. Kita juga memberikan himbauan ke warga dan pendatang pentingnya menjaga kebersihan keluarga dan dunia, ” jelas  Sworo Adi Suryanto,   Ketua tim relawan Negeri Tangguh yang sekaligus ketua RW 04 Kelurahan Sidotopo, Senin (25/5/2020).

Dalam rangka membinasakan mata rantai Covid-19,   Polres Pelabuhan Tanjung Perak membuat Daerah Tangguh yang berdiri atas swadaya masyarakat.

Kampung Melalaikan ini adalag salah satu Kampung percontohan. Kali ini Kampung Tangguh RW 04 Kelurahan Sidotopo, Semampir Surabaya. Tim relawan sampai saat itu terdata ada 40 orang.

Mereka terbagi menjadi 5 divisi. Yaitu keamanan, pangan, kesehatan tubuh, humas dan tim data. Untuk keseluruhan warga RW 04 sebesar 750 KK.

“Luar biasa respons asosiasi untuk mencegah dan mengatasi konsekuensi covid 19 ini. Bahkan masyarakat juga membuat ruang isolasi, awak URC, lumbung pangan, dapur ijmal, dan tim sosialisasi. Diharapkan bisa dilakukan untuk semua RW. Pokok melalui disiplin dari keluarga & kelompok kita bersama bisa melawan pademik ini, ” papar  Kapolda Jawa Timur  Irjen Pol Muhammad Fadil Imran saat mengunjungi Wilayah Tangguh  RW 04 Kelurahan Sidotopo, Senin (26/5/2020).

Kapolda juga menjelaskan, menekan jumlah urusan virus di zona merah, negeri perlu menekankan adanya kampung tangguh seperti ini. Diantaranya yang selalu wajib diprioritaskan ada di lima kecamatan.

Yakni Rungkut, Krembangan, Wonokromo, Semampir, dan di Surabaya Barat.   Sementara untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran virus dalam luar lingkungan. Petugas gabungan 3 pilar menindak warga berkerumun dan  yang tidak menaati aturan PSBB.

“Cangkrukan akan ditindak jika tidak mengikuti perwali. Penegakan hukum humanis dan solutif pertama soal keberlangsungan ekonomi pengusaha warung kecil juga wajib. Sehingga solusi dampak juga teratasi dan mampu diminimalisir bersama, ” paparnya. (man/ted)