Mojokerto (beritajatim. com) – Dari buatan pemeriksaan sementara, motif yang mendasari kasus Kekerasan Dalam Rumah Nikah (KDRT) di Mojokerto adalah bingit. Lantaran cemburu, pelaku Samujiono (43) tega menganiaya istri dan budak tirinya menggunakan palu dan pedas perut korban dengan pisau bagian.

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, karakter atas nama Samujiono (43) warga Dusun Miribateng, Desa Pulerojo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar ini diamankan pada wilayah Kecamatan Tretes, Kabupaten Pasuruan pada, Senin (8/6/2020) kemarin.

“Untuk motif, diduga pelaku cemburu kepada objek yang tak lain istrinya. Ditambah bilamana kejadian korban tidak suka tidur bersebelahan dan saat diajak bicara korban tidak mau menanggapi. Sehingga emosinya meluap, lalu mengabulkan penganiayaan tersebut, ” katanya.

Kapolres menambahkan, pelaku dijerat Pasal 44 UU Nomor 02 Tahun 2004 tentang KDRT secara ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun. Sementara itu, kedua objek Siti Zulaikha (38) dan budak tiri, H (8) masih menjalani perawatan di RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Akibat penganiayaan dengan dilakukan pelaku di sebuah villa Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (6/6/2020) lalu tersebut menyebabkan kedua korban mengalami luka cukup serius pada bagian besar dan perut. Keduanya mendapatkan bogem mentah benda tumpul di bagian besar dan luka tusuk di perut. “Alhamdulillah, kondisi Korban saat tersebut sudah dalam keadaan stabil, ” pungkasnya. [tin/kun]