Jember (beritajatim.com) – Imron Baihaqi, anggota DPRD Jember menghormati keputusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan dan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ka’bah Jawa Timur, terkit kasus dugaan pemukulan terhadap warga yang dilakukannya.

PW GPK Jatim memutuskan Imron dinonaktifkan dari jabatan Ketua GPK Jember dan digantikan oleh Ikbal Wilda Fardana, yang saat ini menjabat Wakil Ketua Wilayah III PW GPK Jawa Timur. Surat keputusan itu berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga waktu yang tidak ditentukan dan kondisi kondusif, serta ada keputusan lebih lanjut dari PW GPK Jawa Timur.

Sementara itu, DPC PPP Jember mengeluarkan Surat Peringatan I. Jika memang kemudian Imron Baihaqi dinyatakan bersalah secara hukum, maka tidak menutup kemungkinan dia akan diganti antarwaktu.

“Saya tetap menghormati apa yang sudah jadi ketentuan, sebab itu adalah organisasi dan partai. Mereka tetap punya dasar aturan yang harus dilakukan tanpa tebang pilih. Saya lapang dada menerima hal itu,” kata Imron, Rabu (3/2/2021).

Imron berprasangka baik dengan keputusan GPK. “Mungkin saya dinonaktifkan sampai masalah ini selesai. Tapi semua hal itu pastinya mungkin ada perubahan atau perkembangan, saya kurang paham apa yang akan jadi tindakan mereka selaku pimpinan saya. Insya Allah apapun yang diputuskan, saya akan tetap menghormati,” katanya.

Imron dilaporkan ke polisi oleh Dodik Wahyu Rianto, Ketua RT 04 RW 13 Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang. Dodik mengaku dipukul oleh Imron, karena menegur anggota Dewan yang mengemudikan kendaraan dengan kecepatan yang dinilai membahayakan itu.

Imron meminta maaf kepada korban. “Saya sudah merasa dan mengakui kalau bersalah dengan kondisi seperti itu. Saya waktu itu kalut,” katanya. Saat itu, ia sedang terburu-buru dan panik karena sang ayah tengah kritis di rumah. [wir/but]