Magetan (beritajatim.com) – Kecelakaan air yang menimpa Darmin (50) warga Desa Ngancar, Plaosan, Magetan, Jawa Timur jadi atensi penuh otoritas setempat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan Joko Trihono menyebut sejatinya pihaknya tak lelah mengingatkan terkait kelengkapan penunjang keselamatan. Lifeguard (penjaga telaga sarangan) yang ditugaskan Disparbud kerap memberikan imbauan, namun kerap tak digubris pemilik atau pengemudi jasa speedboat.

”Kami sudah berkali-kali memperingatkan. Namun, kerap kali dicueki. Tentu pelampung yang kami sediakan tidak hanya sekadar pajangan. Itu semua dalam.kondisi baik dan bisa dipakai. Usai kejadian ini kami tetap akan kembali berikan peringatan dan sosialisasi terhadap penyedia jasa usaha terkait keselamatan. Baik bagi pengemudi dan juga wisatawan,” kata Joko Trihono, Sabtu (5/2/2022).

Joko mengungkapkan jika masih abai, maka akan dilanjutkan dengan meminta dinas terkait seperti dinas perhubungan dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) untuk memberikan sosialisasi serupa. Bahkan, akan meminta badan yang mengeluarkan ijin berlayar untuk melakukan evaluasi.

”Kalau pelanggaran kerap dilakukan maka ijin mengemudinya bisa dicabut. Itu akan memberikan efek jera. Kami harap warga dan penyedia jasa memahami hal ini agar tak kembali jatuh korban,” kata Joko.

Namun, dia tak akan menerapkan larangan untuk memotret di kawasan bertuliskan Telaga Sarangan. Selama penumpang dan pengemudi memiliki komitmen untuk saling menjaga keselamatan, hal itu tak akan dilarang.

”Karena sifatnya momentum ya untuk berfoto di lokasi mana saja. Yang jelas kami harap penunjang keselamatan mendasar untuk wisata air tetap diperhatikan,” katanya. (fiq/ted)