Gresik (beritajatim.com) – Baihaki Nur Sihabudin, bayi laki-laki berusia 40 hari, menjadi yatim piatu karena ayah dan ibunya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Baihaki merupakan anak ketiga dari pasangan Basari (46) dan Siti Nur Hasanah (37).

Dari kejadian tersebut, empati Ketua DPRD Gresik H.Abdul Qodir terketuk. Politisi PKB itu menyambangi bayi yatim piatu yang kini diasuh oleh kakek dan neneknya.

Didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik, Syahrul Munir, kedua legislator tersebut mendatangi keluarga bayi malang di Desa Pinggir, Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Mereka datang sambil membawa sejumlah bantuan. Sebanyak empat kotak berisikan kebutuhan pokok (sembako).

Selain sembako, dua kantong plastik besar berisi popok dan susu diberikan kepada sang nenek yang mengasuh bayi bernama Baihaki Nur Sihabudin. Kakak Baihaki yang kini tinggal bersama nenek dan kakeknya bernama Zayra Nur Afira yang masih SD juga mendapat bantuan.

Terkait dengan ini, Qodir meminta agar para anak-anak di Gresik yang menjadi yatim piatu untuk didata. Dijamin pendidikannya hingga jenjang lebih tinggi.

“Kejadian ini adalah wabah, kita harus bersama bergotong-royong, bahu-membahu saling meringankan. Ini pandemi ditetapkan negara secara nasional. Anak-anak yang ditinggalkan harus menjadi tanggung jawab negara. Pemerintah desa, pemerintah daerah harus memastikan anak-anak ini bisa melangsungkan hidup termasuk pendidikannya,” ujarnya, Kamis (29/7/2021).

Kedatangan dua anggota dewan itu disambut kakek dan nenek Baihaki berlinang air mata. Sewaktu wakil rakyat tersebut memastikan pendidikan kakak pertamanya Elina yang kini menempuh pendidikan di pondok pesantren Tambakberas Jombang dijamin.

“Saya datang ingin memastikan anak-anak yang ditinggal almarhum-almarhumah untuk bisa melanjutkan hidupnya. Bagaimana pendidikannya, kesehatannya. Alhamdulilah saya ketemu lurah dan BPD memastikan saja pemerintah hadir di setiap kesulita warga,” tutur Qodir diamini oleh Kades Pinggir Ainur Rofiq

Sebelumnya, kedua orang tua Baihaki yang sudah almarhum sudah menunggu kehadiran anak ketiganya. Sang ibu yang merupakan seorang guru dan ayahnya berprofesi sebagai pelaut ingin memiliki anak laki-laki.

Sembilan bulan mengandung, sang ayah pulang dari melaut mengantarkan istri ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Berdua di ruang perawatan, sang bayi lahir. Namun, kondisi Siti lemah dan positif Covid-19. Dia tidak sempat melihat anak laki-lakinya yang lucu itu.

Basari ayah Baihaki yang sudah almarhum sempat menggendong anak ketiganya. Tapi, kondisi istrinya terus drop, dan meninggal setelah sebelas hari melahirkan Baihaki.

Sepekan kemudian sang ayah juga menyusul meninggal dunia dan dinyatakan positif Covid-19. Sidiq Susanto (39) kakak dari Siti sempat mengasuh Baihaki yang malang itu. “Saat kehilangan kedua orang tua sekaligus saat itu merasakan demam dan tidak menangis seharian,” papar Sidiq.

Kini bayi malang itu diasuh kakek dan neneknya di Desa Pinggir, Kecamatan Balongpanggang, Gresik dan dijamin pendidikannya oleh DPRD Gresik. [dny/suf]