Malang(beritajatim.com) – Pencarian korban longsor di Perumahan Sulfat Inside, Jalan Sadang RT 09 RW 18, Bunulrejo, Kota Malang, Roland Sumarna (40) berakhir. Dia ditemukan meninggal dan mengambang di Waduk Sengguruh, Kabupaten Malang, sekira pukul 05.30 WIB, Rabu, 20 Januari 2021.

Analis Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Sub Bagian Penyusunan Program Sekretariat BPBD Kota Malang, Cornellia Selvyana Ayoe mengatakan, penemuan jenazah ini dilaporkan oleh seorang warga yang sedang melintas Waduk Sengguruh. Korban terseret arus sungai Bango hingga Waduk Sengguruh yang berjarak sekira 30 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Seorang warga yang melintas di area sekitar waduk melihat jenazah korban mengambang di sungai. Basarnas lalu melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Setelah itu jenazah dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang,” kata Selvyana.

Setelah jenazah ditemukan langsung dibawa ke Kamar Mayat RSSA untuk dibersihkan. Selanjutnya, keluarga diminta untuk melihat kondisi jenazah memastikan apa benar yang ditemukan adalah Roland. Selanjutnya, jenazah akan di salatkan masjid dekat rumah duka.

Jenazah tidak dibawa ke rumah duka karena kondisi perumahan tanahnya masih bergerak dan rawan terjadi longsor susulan. Setelah disalatkan jenazah akan dimakamkan di TPU Sukun, Kota Malang.

“Iya kami keluarga sudah memastikan jenazah yang ditemukan di Senguruh (waduk) adalah adik kami, Roland. Jadi nanti kami akan kita salatkan di Jalan Sadang, dan kita makamkan di Sukun karena istri beliau warga Sukun,” ujar kakak sepupu Ahmad Hariono.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, dan Kapolresta Malang Kota bersama Dandim 0833 Kota Malang memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang. Secara bergantian mereka mendoakan jenazah agar diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa.

“Saya turut berbelasungkawa. Saya bersaksi bahwa beliau adalah orang baik. Pak Roland, waktu kejadian meninggal untuk mempertahankan harta bendanya. Insha Allah, beliau mati syahid,” tandas Sutiaji. (Luc/kun)