Bangkalan (beritajatim.com) – Gabungan petugas di Kabupaten Bangkalan, Madura, melakukan operasi yustisi atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino mengatakan, dalam operasi ini langsung dilakukan penindakan. Pelanggar dikenakan sanksi sosial serta sanksi denda sebesar Rp 50 ribu. “Kita tindak para pelanggar protokol kesehatan mulai dari sanksi sosial hingga denda,” ujarnya, Kamis (8/7/2021).

Operasi yang dimulai sejak pukul 9 pagi itu menjaring sedikitnya 20 orang pelanggar. Meski begitu, ia menyebut jumlah pelanggar dinilai sedikit dibandingkan jumlah masyarakat yang telah mematuhi prokes. “Tingkat kepatuhan membaik dan banyak masyarakat kita yang sudah patuh prokes. Namun untuk menertibkan, kami terus melakukan operasi agar tidak ada lagi pelanggar,” jelasnya

Sementara itu, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron berharap, dengan adanya PPKM Darurat dan operasi yustisi ini akan menekan angka kasus Covid-19 di Bangkalan. “Semoga ini efektif untuk menekan angka kasus sehingga terjadi penurunan yang signifikan,” tuturnya.

Diketahui, saat ini Bangkalan masih masuk dalam zona merah. Angka kasus aktif per tanggal 7 Juli 2021 kemarin sebanyak 751 pasien, total angka positif sebanyak 3.915, total kesembuhan 2.801 serta angka total kematian sebanyak 363 orang. [sar/suf]