Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam momen perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, kunjungan keluarga maupun kerabat narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto tidak dapat dilakukan secara tatap muka.

Sebagai gantinya Lapas Kelas IIB Mojokerto memfasilitasi kunjungan secara virtual.

Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Rika Aprianti menyebut kebijakan tersebut diberlakukan karena situasi pandemi Covid-19.

“Kunjungan masih virtual dan disediakan fasilitasnya secara gratis dari pihak lapas, rutan atau pun LPKA,” ungkapnya, Senin (2/5/2022).

Sampai saat ini, besukan atau kunjungan keluarga maupun kerabat para narapidana masih dilakukan secara virtual karena memang kondisi Indonesia masih pandemi. Kebijakan tersebut berlaku di Lapas, Rumah Tahanan (Rutan) maupun Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) seluruh Indonesia.

“Ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Ditjenpas Kemenkumhan Tahun 2020 tentang Langkah Progresif Penanggulangan Penyebaran Virus Covid-19. Meski silaturahmi berlangsung secara daring, keluarga dan kerabat diperbolehkan menitipkan makanan untuk tahanan dan narapidana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Klas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi, menambahkan, akan memberikan pelayanan yang optimal walaupun terhalang oleh pandemi. “Meski silaturahmi berlangsung secara daring, keluarga atau kerabat diperbolehkan menitipkan makanan untuk tahanan dan narapidana,” tambahnya.

Yakni dengan diberlakukan pendaftaran online dan kunjungan sesi serta menyediakan fasilitas kunjungan virtual bagi Warga Binaan. Fungsinya untuk membantu para warga binaan berkomunikasi secara daring dengan kerabat dan keluarganya. Fasilitas ini diberikan menyusul dihentikannya kunjungan secara fisik pada warga binaan akibat pandemi Covid-19. [tin/ted]