Sumenep (beritajatim.com) – Belasan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep berunjuk rasa ke Pemkab setempat. Mereka mendesak agar Bupati mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kami menilai ada beberapa OPD yang sekedar ABS, asal bapak senang. Mereka tidak bekerja secara sungguh-sungguh,” kata salah satu orator, Andi, Jumat (12/03/2021).

Sambil berorasi, GPMS juga membawa poster-poster bertuliskan protes. Diantaranya, ‘Pejabat di Sumenep jangan ABS’, ‘Bupati segera evaluasi OPD’, ‘Kami tagih janji kampanye Bupati’.

“Bupati harus tegas memberi sanksi OPD ‘nakal’. Kami melihat masih banyak OPD yang bekerja tidak sesuai tupoksi,” ujarnya.

Ia menyebut ada 9 dinas yang perlu untuk dievaluasi. Diantaranya Dinas Sosial, terkait bantuan sosial yang tidak tepat sasaran. Kemudian Dinas Pendidikan tentang pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang tidak efektif.

“Selain itu, kami minta Bupati juga mengevaluasi Dinas Perhubungan, terkait sarana transportasi laut ke wilayah kepulauan,” paparnya.

Sementara Bupati Sumenep, Ach. Fauzi yang menemui langsung para pendemo mengatakan siap menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai mekanisme yang ada. Menurutnya, Bupati baru bisa melakukan evaluasi setelah 8 bulan.

“Tapi kami tetap memantau dan memicu kinerja OPD. Termasuk tadi yang kata adik-adik ini ada 9 OPD yang punya rapor merah. Kami akan cek dengan penilaian internal kami,” ujarnya.

Aksi berlangsung damai, dan diakhiri dengan makan nasi bungkus bersama, antara Bupati dan mahasiswa. Mereka membentuk lingkaran, dan menikmati nasi bungkus bersama-sama. [tem/but]