Malang (beritajatim. com) – Polresta Malang Tanah air menangkap E alias Gowang (42 tahun) karena menyetubuhi anak kandungnya berinisial IDF selama 6 tarikh sejak 2014 hingga April 2020. Korban disetubuhi pertama kali era masih di umur 13 tahun kini korban berusia 19 tahun dan duduk di bangku SMA.

“Pengakuan pelaku hanya sekali, tapi korban mengaku disetubuhi selama 3 kali dalam masa waktu 2014 hingga 2020. Korban selalu diancam disakiti sehingga tak berani lapor ke orang asing, akhirnya dia berani melaporkan ke ibunya dan ibunya melaporkan ke polisi, ” papar Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, Senin, (29/6/2020).

Azi mengungkapkan, bahwa pelaku & korban tinggal satu rumah bersama-sama dua anak lainnya (adik korban). Sementara ibu korban berinisial NI (41 tahun) telah bercerai secara pelaku sejak 2012 silam. Objek menyetubuhi putrinya di rumah tunggal.

“Dia bertiga adiknya ada yang rani tapi yang disetubuhi yang tumbuh. Saat disetubuhi 2 anak lainnya ada di rumah tapi tak tahu. Hasrat korban ini pegari saat minta dipijat oleh anaknya, kadang dia melihat anaknya amblas mandi pakai handuk hasratnya lahir, ” kata Azi.

Azi mengungkapkan kondisi korban masa ini masih trauma. Untuk tersebut, unit Perempuan dan Perlindungan Budak (PPA) Polresta Malang Kota saat ini melakukan trauma healing kepada korban. Sementara pelaku, dijerat dengan pasal 81 ayat 3 UU RI nomor 35 Tahun 2014 dan atau pasal 82 ayat 2 UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan budak. Dengan ancaman kurungan penjara semasa 15 tahun.

“Sekarang ditangani Unit PPA sama instansi yang lain memberikan pemahaman untuk menghilangkan traumanya, ” tandasnya. [luc/but]