Surabaya (beritajatim. com) – Sesudah menembak mati bandar narkoba Iwan Hadi Setiawan (38), warga Manukan Ranu, Surabaya beberapa pekan perilaku, kini tim gabungan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap satu tersangka jaringan Iwan, yakni Ferry Fajar Sukmono (29), warga Jalan Rungkut Kidul III-D Surabaya.

Selain itu, petugas juga mengamankan pasutri siri yakni Abdullah (33) masyarakat Jalan Tambak Asri XXX-A, Krembangan, Surabaya dan Sonya (32), masyarakat Tulungagung, di Jalan Dukuh Ketepeng XXI Surabaya. Kemudian, Khoirul Belas kasih (20), warga Tambak Asri XXX-A, Surabaya.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan 5 gram dan 50 gram sabu. Simpulan diamankan dengan cara undercover buy di Jalan Rungkut Industri Sundal, Surabaya.

“Kami amankan 200 gram sejak tersangka Ferry. Ia mengaku mendapat sabu dari Iwan melalui seseorang di Lapas Pamekasan. Padahal, Iwan sudah kita tembak mati pasal melawan dan menyimpan 100 kg sabu beberapa waktu lalu. Tapi jaringannya masih eksis, ” ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian, Selasa (19/5/2020).

Mendapat informasi dari Ferry, petugas mengembangkan ke pengedar lainnya. Anggota gabungan mencari keberadaan pengedar di Jalan Dukuh Kupang XXI, Surabaya. Polisi menggerebek kos tersebut serta menemukan pasutri Abdullah dan Sonya. Mereka merupakan bandar sabu & ditemukan lima gram di kosnya tersebut.

“Keduanya ikut menjual sabu. Empat paket sabu kami amankan. Barang bukti dan saksi serta pelaku sudah kita amankan untuk dimintai keterangan untuk pengembangan lebih lanjut, ” rata Memo.

Dalam interogasinya, tersangka Abdullah mengaku memiliki gudang di rumahnya di Jalan Tanggul Asri. Tersangka dikeler ke rumahnya tersebut. Penggeledahan dilakukan hingga ditemukan tempat penyimpanan sabu di lubang lantai rumah.

Petugas yang ikut mencari barang keterangan ini tak menyangka jika pelaku cukup cerdik menyimpan sabu pada lubang lantai. Sebanyak 50 rencana sabu diamankan dari rumah itu. Saat itu, ada tersangka Rahman yang akhirnya ikut diciduk. “Rahman ini sebagai kurir. Jika sabu habis di kos, maka dia yang mengambil dari gudang & mengirimkan ke tersangka Abdullah, ” terangnya. (man/kun)