Tuban (beritajatim.com) – Sedikitnya 8 kecamatan di Kabupaten Tuban masuk dalam kategori rawan banjir. Wilayah yang menjadi langganan banjir saat musim hujan adalah kecamatan yang ada di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo, di antaranya Kecamatan Plumpang, Soko, Widang dan Rengel.

Selain banjir akibat luapan Bengawan Solo, pontesi banjir bandang juga bisa terjadi di beberapa wilayah Tuban. Yakni di beberapa desa Kecamatan Montong, Merakurak, Singgahan dan Semanding.

Pemetaan potensi bencana ini diungkapkan Wakil Bupati Tuban Riyadi dalam apel Siaga Bencana yang berlangsung di halaman Mapolres Tuban, Senin (25/10/2021). Pada kesempatan tersebut Wabup Riyadi didampingi Kapolres Tuban dan Dandim/0811. Dalam apel gabungan itu, ratusan personel gabungan disiapkan sebagai upaya antisipasi berbagai ancaman bencana menjelang musim hujan.

Apel bersama untuk siaga bencana dimulai dengan pengecekan kesiapan personel gabungan dari berbagai instansi yang dilibatkan dalam penanganan jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Tak hanya kesiapan personel, kelengkapan peralatan juga dicek. Hal itu untuk memastikan peralatan yang ada masih bisa berfungsi atau tidak.

“Kegiatan apel bersama ini semata-mata sebagai kesiapsiagaan Forkopimda untuk mengantisipasi musim penghujan. Potensi bencana selama musim penghujan di Tuban adalah banjir. Mudah-mudahan normal-normal saja dan semoga bisa kita antisipasi,” ujar Wabup Tuban.

Selain banjir, lanjut Wabup Riyadi, bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu adalah angin puting beliung. Sehingga kesiapan personil dari berbagai instansi terus disiagakan. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, karena bencana tidak bisa ketahui kapan datangnya,” pungkasnya. [mut/suf]