Jombang (beritajatim. com) – Patugas gabung dari Polsek Ngusikan, Koramil, serta Satpol PP Kecamatan Ngusikan Jombang memergoki sebanyak pemuda yang sedang nongkrong tanpa memakai masker di Desa Sumbernongko, Minggu (18/10/2020) malam.

Tentu saja, petugas langsung menegur kerumunan warga tersebut. Mereka diingatkan tentang pentingnya 3M (Mencuci Lengah, Menjaga Jarak, Memakai Masker) jadi upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Tim gabungan yang dipimpin Kasi Humas Polsek Ngusikan Bripka Abdul Wakid ini juga menyosialisasikan Sistem Bupati(Perbup) Jombang nomor 57 tahun 2020 tentang penegakkan disiplin adat kesehatan dalam pengendalian Covid-19.

Sesuai Perbup tersebut, pelanggar bisa diberikan sanksi berupa, tindakan disiplin, tindakan sosial dan kompensasi berupa uang Rp 100 ribu. “Karena malam ini hanya bersemangat sosialisasi, maka bagi pelanggar hanya kita berikan sanksi berupa nasihat. Identitas mereka juga kita catat. Nah, bila mengulangi pelanggaran yang serupa, akan kita berikan sanksi bersifat denda uang, ” ujar Abdul Wakid.

Sementara itu, petugas Polsek Bareng juga melakukan kegiatan serupa. Pada rangka memutus penyebaran virus corona atau Coronavirus Disease (COVID-19), banjaran Polsek Bareng terus menerus mencari jalan untuk menyampaikan imbauan physical distancing (jaga jarak sosial), pola tumbuh sehat dan hindari kerumunan. Kedudukan yang disasar adalah kafe dalam Desa Mojounggul.

Zona, di tempat tersebut petugas pula menjumpai sejumlah pemuda yang tak memakai masker. Petugas kemudian memberikan sosialisasi tentang pentingnya memakai masker sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. “Kalau sedang beraktifitas pada luar, wajib memakai masker. Karena hal itu bisa menghindarkan kita dari Covid-19, ” ujar Kanit Binmas Polsek Bareng Aiptu Tabiat Hariono yang memimpin patroli itu.

Aparat gabungan mendatangi kafe di Kecamatan Bareng

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho menambahkan, seluruh Polsek jajaran melayani patroli serta sosialisasi pentingnya 3M ke masyarakat. Selain itu pihaknya juga menggelar operasi yustisi dengan rutin. Itu dimaksudkan untuk menyekat penyebaran Covid-19.

“Meski jumlah penderita di Jombang mengarah melandai, namun kita tidak bisa lengah. Protokol kesehatan harus kita taati, memakai masker, menjaga jangka, serta rajin mencuci tangan dengan sabun, ” kata Agung Setyo Nugroho ketika dihubungi secara terisolasi. [suf]