Lamongan (beritajatim.com) – Dalam pengamanan libur Lebaran 2021, Petugas Kepolisian di Kabupaten Lamongan menggelar Operasi Ketupat Semeru yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah, salah satunya dengan penyekatan wilayah.

Selama Operasi Ketupat Semeru 2021 tersebut, Petugas telah mencatat sebanyak 1.692 pemudik yang melintas di Kabupaten Lamongan.

Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana mengungkapkan, dari empat pos penyekatan yang tersebar di jalur-jalur utama, ternyata pos di jalur pantura Lamongan yang berbatasan dengan Gresik lebih menyita perhatian. Pasalnya, di pos itu banyak pemudik yang putar balik.

“Banyak pemudik yang terpaksa kami putar arahkan di pos utara yang berasal di Desa Kemantren Kecamatan Paciran,” ungkap Miko saat konferensi pers di Mapolres Lamongan, Jumat  (21/5/2021).

Sementara itu, hasil operasi di Pos penyekatan pada empat wilayah, yakni di Kecamatan Paciran, di Kecamatan Deket yang berbatasan dengan Gresik, di bagian selatan yang berbatasan dengan Mojokerto dan Jombang tercatat banyak pemudik yang menggunakan kendaraan beroda empat.

“Dari keempat pos penyekatan, dari 1.692 pemudik ada 424 pengendara roda dua, sedangkan 636 pemudik menggunakan roda empat,” tuturnya.

Beragam cara dilakukan oleh para pemudik untuk bisa mengelabui petugas di wilayah hukum Polres Lamongan. Bahkan, ada yang sampai nekat telah memalsukan surat rapid antigen test.

“Kemarin, kami temukan pemudik asal Bogor yang diketahui memalsukan surat rapid test demi mengelabui petugas,” ucapnya.

Meski begitu, upaya petugas dalam memantau mobilitas pemudik yang telah masuk Lamongan pun terus dilakukan demi mengamankan ketertiban sekaligus mencegah penyebaran Covid 19.

“Dari ribuan pemudik, dua diantaranya positif namun kami awasi terus, dilakukan penanganan tracing dan syukur sekarang sudah sembuh,” pungkasnya.[riq/ted]