Kediri (beritajatim. com) – Di tengah pandemi Covid-19, beribu-ribu peserta BP Jamsostek Kediri menyelenggarakan pengambilan Jaminan Hari Tua (JHT) sejak April hingga hari itu. Mereka yang mengambil JHT kebanyakan dari para pekerja yang dalam rumahkan oleh perusahaan tempatnya hidup.

“Karena pandemi Covid-19 banyak perusahaan melakukan pemutusan ikatan kerja. Dari bulan April sampai hari ini sekitar 5 ribu orang. Rata-rata mereka dirumahkan. Itu mengambil klaim JHT-nya, ” ujar Kepala BP Jamsostek Cabang Kediri Agus Suprihadi, Selasa (8/9/2020).

Menurutnya, karyawan yang menyambut PHK di Kediri jumlahnya relative kecil dibandingkan dengan daerah lain. Selain itu, bila dibandingkan dengan peserta total BP Jamsostek Kediri sejumlah 106 ribu orang, maka akal perbandingannya kecil.

“Alhamdulillah untuk Kota & Kabupaten Kediri serta Nganjuk, total PHK tidak seperti di kota Lain. Di wilayah kita, dengan banyak adalah dirumahkan dan sekarang sudah pulih lagi. Jadi transisi perusahaan yang merumahkan para karyawanya, sekarang sudah mulai aktif sedang, ” tambahnya.

Dalam tengah pandemi Covid-19 ini, BP Jamsostek Kediri melakukan pembatasan jumlah peserta onffline untuk memenuhi protokol kesehatan tubuh. Jumlah peserta offline yang datang langsung ke kantor BP Jamsostek Kediri dibatasi 60 orang. Sedangkan untuk layanan sistem online, sebesar 87 peserta per harinya.

“Kita rata-rata dibatasi. Untuk yang datang langsung 60 orang, yang online diberi kuota sebanyak 87 orang.   Jadi sehari kita melayani 147 peserta ambil JHT, ” tambahnya.

BP Jamsostek Kediri membawahi wilayah kerja kota dan Kabupaten Kediri. Buat peserta di Kediri berjumlah 93 ribu orang. Sedangkan Kabupaten Nganjuk jumlahnya 13 ribu peserta. [nm/suf]