Surabaya (beritajatim.com) – Tidak kurang dari 24 jam pasca menemukan barang bukti sarung celurit di lokasi kejadian, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap pelaku pembacokan pada Abdul Halim (33) warga Jl Tambak Wedi Jaya GG III pada Minggu (19/12/2021).

Kabar ditangkapnya pelaku dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Giadi Nugraha saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

” Benar, kami sudah amankan pelakunya,” ujarnya pada Minggu, (19/12/2021) malam.

Ditanya terkait motif, Giadi menjelaskan pihaknya masih melakukan penyidikan lebih dalam terkait motif pembacokan yang menyebabkan tangan kanan korban nyaris putus. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk sabar.

“Kami masih melakukan penyidikan lebih dalam, dan pelakunya tunggal,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan Beritajatim sebelumnya, Kasus pembacokan Abdul Halim (33) warga Jl Tambak Wedi Jaya GG III yang terjadi di Jl Stasiun kota Surabaya, Sabtu (18/12/2021) malam memasuki babak baru. Dari lokasi kejadian, polisi menemukan slontong (wadah celurit) yang diduga kuat milik pelaku.

Kanit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Agung Suciyono membenarkan informasi tersebut. Sayangnya, untuk celurit diduga kuat masih dibawa oleh pelaku.

“Yang kami temukan hanya slontongnya saja, untuk celuritnya tidak ada,” ujar Agung saat dikonfirmasi Beritajatim, Minggu, (19/12/2021) sore.

Ditanya perihal jumlah pelaku yang terlibat dan motif Agung hanya menjawab bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Untuk jumlah dan identitas pelaku masih kita dalami. Mohon bersabar pasti kami tangkap,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritajatim, saat ini korban pembacokan masih menjalani pemeriksaan secara intensif di RSUD Dr. Soetomo. Sementara keluarga korban yang mendampingi di rumah sakit masih belum bisa dimintai keterangan oleh awak media. (ang/ted)