Malang (beritajatim. com) – Manajemen Arema FC melakukan langkah aktif pada penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebelum memulai latihan perdana dalam awal Agustus 2020 mendatang. Bekerjasama dengan Satgas NU Covid-19 Geruh Raya, mereka melakukan rapid test di ‘Kandang Singa’ atau kantor Arema FC, Jumat, (17/7/2020).

Rapid test kali tersebut merupakan gelombang pertama. Ada 50 orang yang di rapid test, terdiri dari pemain asal Malang Raya, tim pelatih yang berharta di Malang, manajemen, karyawan, & staf Arema FC. Gelombang ke-2 akan dilakukan sepekan kedepan, terutama bagi pemain luar Malang Besar.

“Dalam situasi ini kami harus menjalankan keputusan sejak PSSI di mana kompetisi dimulai pada 1 Oktober. 2020. Buat persiapan latihan yang akan dimulai awal Agustus, saya pikir rapid test ini menjadi penting serta utama, ” ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

Dia menyebut, sesudah gelombang perta dan kedua selesai menjalani rapid test. 14 hari kemudian mereka akan kembali menjalani rapid test jilid dua. Tadbir juga sedang mempersiapkan protokol kesehatan tubuh Covid-19 saat latihan mulai digelar rutin.

“Tadi sinse menyarankan 14 hari kemungkinan kedepan ada rapid test ulang. Selain kami juga melakukan koordinasi dengan tim medis kami jadi tersebut juga merupakan saran dari awak medis dari Arema FC buat penerapan protokol kesehatan saat latihan dimulai, ” ucap Sudarmaji.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya dr Syifa Mustika menuturkan pemeriksaan filakukan secara komprehensif mulai dari penelitian fisik, cek tensi, konsultasi dokter dan yang terpenting mereka melaksanakan screening kesehatan Covid-19 dengan tanya jawab. Metode rapid test yang digunakan diklaim lebih sensitif dibanding pemeriksaan biasa.

“Metode yang kami gunakan lebih terbuka dari pemeriksaan biasa. Tidak menggunakan kapiler tapi mengambil darah Vena. Jadi makanya tadi diambil dayang lalu kami proses untuk mendapatkan hasilnya jadi akurasinya lebih rupawan, ” tandasnya. [luc/but]