Malang(beritajatim.com) – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menawarkan konsep pembangunan rumah instan untuk korban gempa bumi di Malang. Konsep itu ditawarkan ke Pemkab Malang, warga yang mendapat rumah instan adalah mereka yang masuk kategori berat.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai mengatakan, rumah instan yang ditawarkan sesuai rekomendasi teknis dari Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kelima bangunan tersebut yaitu Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), Rumah Instan Kayu (Rika), Rumah Instan Sederhana Baja (Risba), Rumah Instan Sederhana Aman (Risma) dan Rumah Domus.

“Waktu pembangunan hanya 4 sampai 5 hari jadi bisa segera ditempati. Untuk itu Pemkab Malang harus segera mengirim datanya ke kita. Ada 1.716 unit rumah kategori rusak berat mereka mendapat bantuan Rp50 juta,” kata Rifai.

BNPB hanya menawarkan konsep rumah instan. Nantinya, Pemkab Malang yang akan menentukan bangunan sesuai spesifikasi yang dinginkan warganya. Nominal Rp50 juta yang diberikan akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Tetapi rekening akan diblok sampai rumah instan dibangun.

“Nanti semua akan kita kirim langsung ke rekening masing-masing korban gempa. Tetapi rekeningnya kita blok, tidak bisa dicairkan karena bantuan ini non tunai. Jadi bantuan ini untuk membangun rumah, begitu rumah dibangunkan sesuai spek sesuai bantuan langsunglah diambil dari rekening,” ujar Rifai.

Rifai mengungkapkan, proses rumah instan memang dikerjakan secara cepat yakni 4 hingga 5 hari saja. Tetapi, bisa dihuni hingga 30 sampai 40 tahun. Sebab, warga butuh rumah cepat pasca gempa bumi merusak rumah mereka.

“Jadi vendornya itu langsung presentasi kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat. Dia langsung test case, bangun rumah di salah satu KK terdampak. Jika cocok langsung dibayar. Memang dibangun cepat tetapi bisa untuk 30 sampai 40 tahun tingkat keawetan bangunan,” tandasnya. (Luc/kun)