Surabaya (beritajatim. com) – Munculnya kerumunan di kawasan sekitar Balai Pemuda usai diresmikannya Alun-Alun Suroboyo, direspon cepat sebab jajaran Wali Kota Tri Rismaharini.

Melalui akun instagram resmi, Dinas Kebudayaan dan Wisata Kota Surabaya langsung mengumumkan pembatalan acara Tampilan Kesenian di Kawasan Suroboyo (Plaza Balai Pemuda). Seharusnya, acara itu masih berlangsung selama 5 hari ke depan.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto meminta maaf kepada kelompok yang belum terfasilitasi melihat tepat Alun-alun Suroboyo.

“Pertama-tama kami mohon maaf ya, kepada warga yang kira-kira belum berkesempatan untuk bisa tahu alun-alun. Terima kasih antusiasnya. Tapi kami yakinkan bahwa mungkin bisa diganti hari ya, kalau keadaan ini belum bisa hari kelak dan seterusnya, ” kata Irvan.

Pengantara Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Pengerjaan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto

Ia turut meminta masyarakat tidak menimbulkan kerumunan saat di Alun-alun Suroboyo. “Justru karena mereka tidak bisa masuk tapi tambah berkerumun di pedestrian. Sebetulnya saya yakin semua bakal mendapatkan kesempatan itu, karena daya alun-alun sendiri selama pandemi ini, hanya cukup untuk 200 orang, ” terang Irvan.

“Memang kita tidak menyalahkan warga ya, begitu antusiasnya ya. Sehingga mereka akhirnya berduyun-duyun mau tahu alun-alun yang baru diresmikan tersebut, ” lanjut Irvan.

Pihaknya juga mengaku sudah mengabulkan pembatasan pengunjung selama pandemi tersebut. Yakni hanya 40 persen dibanding total kapasitas  Alun-alun Suroboyo.

“Yang barat, venue istimewa itu 140, kalau yang pada sisi barat itu hanya 60 orang. Berarti sekitar 200 karakter, ” pungkas Irvan. (ifw/ted)