Jombang (beritajatim.com) – Upaya tim SAR menemukan pria yang meloncat ke Sungai Brantas di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, belum membuahkan hasil. Oleh sebab itu, pencarian dilanjutkan pada Kamis (2/12/2021) besok.

“Hari pertama pencarian belum membuahkan hasil. Pencarian kita hentikan pada pukul 16.00 WIB. Pencarian kita lanjutkan besok,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang Syamsul Bahri, Selasa (1/12/2021).

Syamsul menjelaskan, operasi pencarian dibagi menjadi 4 sru (tim). Pembagiannya, sru 1 sampai 3 melakukan pencarian di perairan Sungai Brantas. Sedangkan sru 4 melakukan penyusuran dari darat. Awalnya, pencarian dilakukan dari titik pertama kali korban menceburkan diri ke sungai hingga radius 3 kilometer.

Karena tidak membuahkan hasil, pencarian kemudian diperluas hingga radius 6 kilometer. Perahu karet tim SAR melakukan penyusuran di sepanjang sungai tersebut. Namun lagi-lagi, upaya itu nihil. Hingga akhirnya pada pukul 16.00 WIB pencarian dihentikan.

Selain dari BPBD Jombang, pencarian korban yang diduga bunuh diri ini juga melibatkan berbagai unsur lain. Diantaranya, Basarnas Surabaya, BPBD Nganjuk, Polsek dan Koramil Bandarkedungmulyo, serta relawan bencana lain yang ada di Jombang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Imam Tohari (50), warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang nekat meloncat ke Sungai Brantas yang saat itu berair deras, Selasa (30/11/2021) sore. Awalnya, Imam terlihat mondar-mandir di sekitar penyeberangan atau tambangan Dusun Klaci.

Tak jarang Imam berdiri mematung di tepi sungai tersebut. Tukang penyeberangan sudah mengingatkan agar Imam menjauh dari lokasi. Namun bukannya menurut, pria yang diduga sedang depresi ini malah meloncat ke sungai. Tentu saja, dalam sekejab, Imam hilang ditelan arus sungai. [suf]