Ponorogo (beritajatim.com) – Bukan hanya hari pertama lebaran, tradisi menyantap hidangan ketupat di Ponorogo juga terjadi pada hari ketujuh bulan Syawal. Hari tersebut juga biasa disebut dengan lebaran kupatan.

Maka tak heran jika menjelang lebaran kupatan ini, banyak pedagang musiman yang menjajakan ketupat. Salah satunya adalah Nadyah (27), warga Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah yang sudah 3 kali ini setiap lebaran berjualan ketupat di sekitar jalan Soekarno-Hatta itu.

“Kebanyakan yang jual ketupat di sini dari luar Ponorogo. Saya dari Kebumen, sebelumnya ikut suami jualan mebel di sini,” ungkap Nadyah, Rabu (19/5/2021).

Dia mengakui jika dirinya dalam 3 lebaran terakhir menjadi pedagang dadakan ketupat. Itu Ia lakukan karena membantu suami mencari rejeki pada momen lebaran ini. Kebetulan dirinya dan keluarganya tahun ini tidak mengadakan mudik ke tempat asal di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah.

“Kami patuh pada Pemerintah untuk tidak mudik, ya jadi di Ponorogo saja sambil berjualan ketupat,” katanya.

Nadyah mulai jualan ketupat sejak hari ke-4 lebaran, biasanya akan berakhir saat hari ke-7 lebaran. Dalam sehari, Ia bisa mengantongi laba bersih sekitar Rp 200-300 ribu dari jualan ketupat. Jumlah tersebut dinilai turun jika dibandingkan tahun lalu yang bisa mencapai Rp 300 ribu lebih.

“Animo masyarakat yang beli ya masih seramai lebaran tahun lalu, hanya saja yang jual ketupat ini lebih banyak dari pada tahun lalu. Jadi labanya  dalam sehari masih banyak pada lebaran tahun lalu,” katanya sembari menyebut jika menjual 10 ketupat dengan harga Rp10-15 ribu.

Sulastri (25), pedagang  ketupat lainnya mengaku sudah lebih dari 10 tahun menjadi pedagang musiman ketupat di Ponorogo. Warga asal Kabupaten Magetan itu mengaku menjelang kupatan pasti berjualan di sekitar pasar eks stasiun di Jalan Soekarno-Hatta Ponorogo.

“Ya sudah tahunan jadi penjual musiman ketupat di Ponorogo,” katanya.

Senada dengan Nadyah, Sulastri menyebut dirinya untung ratusan ribu dalam jualan ketupat. Dia mengaku harga yang ditawarkan bervariasi sesuai bahan janur yang digunakan. Untuk ketupat berbahan janur berwarna hijau muda biasanya dijual dengan harga Rp 15ribu per ikat. Sedangkan ketupat berwarna hijau agak tua dijual Rp 10 ribu per ikat. Satu ikat berisi sepuluh biji ketupat.

‘’Kalau janurnya saja hanya Rp 8 ribu dengan isi sepuluh biji,” pungkas Sulastri. (end/ted)